Widiatmoko, Eugene Mario
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kristus dalam Berbagai Budaya Daeng Maeja, Jhon; Kii, Rosalia Ina; Mali, Maria Felicitas; Widiatmoko, Eugene Mario; Sriwahyuni, Lina
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v9i2.646

Abstract

Gereja dan budaya tidak bisa dipisahkan. Gereja dapat semakin mengakar dan bertumbuh dalam budaya. Dalam perjalanan sejarah, hubungan antara gereja dan budaya dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama, gereja pada masa awal masih menyatu dengan budaya. Bagian kedua terjadi saat gereja memisahkan diri dari budaya. Gereja tidak bersentuhan dengan kebudayaan. Bagian ketiga merupakan masa dimana gereja kembali membangun hubungan dengan budaya. Akan tetapi dalam perjalanannya, gereja belum sepenuhnya menerima dan menggali makna dari budaya. Gereja seringkali mengabaikan dan bahkan mau menghilangkan suatu kebudayaan. Tujuan penulisan ini ialah menggali teologi kontekstual dalam berbagai budaya. Metode penelitian yang digunakan ialah kajian pustaka. Hasil penelitian ialah Kristus dapat ditemukan dalam budaya Jawa, Sumba, Timor dan Toraja. Masing-masing budaya mempunyai penyebutan untuk memperkenalkan Yesus Kristus. Menurut budaya Jawa, Kristus dihubungkan dengan tokoh Semar. Dalam budaya Sumba, Kristus dianalogikan sebagai Marapu sejati. Panggilan suku Timor untuk Yesus Kristus ialah Nai Maromak. Sedangkan dalam budaya Toraja Kristus disebut sebagai Tomanurun dan alang. Kesimpulan penelitian ialah teologi kontekstual sudah dilaksanakan dalam beberapa budaya di Indonesia.
Posisi Katekis di Tengah Revolusi Industri 4.0 Widiatmoko, Eugene Mario
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia terlebih dalam dunia industri telah mencapai tahap revolusi 5.0 dan berdampak hingga dunia pendidikan. Dampak dari hal tersebut dapat memunculkan ancaman terlebih bagi keberadaan manusia, dalam hal ini mengancam profesi Katekis. Peneitian ini bertujuan untuk menjawab apakah dengan perkembangan Artificial Intelligence (AI), posisi manusia terlebih profesi sebagai katekis akan tergantikan. Topik ini penting untuk dibahas, sebab mulain muncul pandangan bahkan usaha untuk menggantikan posisi katekis dengan AI. Penulisan ini, penulis memilih menggunakan studi literatur dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan kajian kepustakaan. Hasil pembahasan dari penulisan ini menunjukkan bahwa profesi katekis tidak akan dapat digantikan oleh AI atau kecerdasan buatan lain. Oleh karena katekis diidentifikasikan sebagi manusia, baik laki ataupun perempuan, yang terpanggil, untuk mewartakan Injil, yang disemangati dengan kuasa Roh Kudus dan yang menerima perutusan dari Gereja. Akibat dari hasil penulisan ini ialah dapat memberikan peluang kerja yang tidak dapat digantikan oleh AI. Oleh karena itu juga dapat menjadi peluang besar untuk menambah jumlah katekis menjadi lebih banyak.