Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELASI KRISTEN DAN ISLAM DALAM KERANGKA MODERASI BERAGAMA DI DESA HOYANE, KECAMATAN SEKO, LUWU UTARA Rumbi, Frans Paillin; Paonganan, Semar
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 4 No. 1 (2024): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v4i1.8998

Abstract

In this research, we use the notion of religious moderation to examine the relationship between Christians and Muslims in Hoyane village, Seko District, North Luwu. The perspectives of Christians are highlighted in this study. In the research locus, information was gathered via interviews and observation. To find out their opinions on dealing with Muslims, we spoke with leaders in the Christian community. The study's findings demonstrate that the existence of tabligh congregations strains ties between religions. Nonetheless, Christians attempt to live with this by maintaining their relationships with Muslims. Acknowledge the growing religious consciousness among Muslims and cultivate a welcoming and tolerant mindset. They also reinforce interfaith cooperation and unity through a cultural approach.
Analisis Materialisme Budaya Marvin Harris terhadap Maskulinitas dalam Masyarakat Jawa Tamtama, Rafael Aglis Ariya; Paonganan, Semar; Marianta, Yohanes I Wayan
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 2 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i2.3791

Abstract

Penelitian ini berfokus pada konsep maskulinitas dalam masyarakat Jawa yang sering dianggap murni dan alamiah, padahal sejatinya dibentuk oleh kondisi sosial, sejarah, dan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana kondisi material dan sistem ekonomi-ekologi masyarakat Jawa menstrukturkan peran gender yang melahirkan ideologi maskulinitas, sekaligus mengisi kekosongan pada penelitian sebelumnya yang hanya berfokus pada bentuk maskulinitas. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan menerapkan teori Materialisme Budaya dari Marvin Harris (infrastruktur, struktur, suprastruktur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa maskulinitas Jawa dipengaruhi oleh kehidupan agraris dan birokrasi feodal-kolonial. Pada tingkat infrastruktur, kelas bawah (wong cilik) membentuk maskulinitas yang keras akibat tuntutan kerja fisik, sedangkan kelas elite (priyayi) mengadopsi sikap halus karena stabilitas ekonomi. Pada tingkat struktur, birokrasi menuntut ketenangan administratif dari laki-laki priyayi, sekaligus mendomestikasi perempuan. Pada tingkat suprastruktur, nilai "alus" (halus, sabar, sopan) digunakan untuk melanggengkan dominasi kelas atas. Kesimpulannya, maskulinitas Jawa bukanlah kodrat alamiah, melainkan hasil bentukan kondisi material dan relasi kekuasaan untuk mempertahankan hierarki sosial. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya perspektif baru kajian maskulinitas Jawa melalui pendekatan materialisme budaya.