Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Examining the implementation of extended producer responsibility within the palm oil industry: Challenges and opportunities for sustainable practices Kurniawan, A Azis; Nahriyah, Muflihatun
Applied Environmental Science Vol. 2 No. 2: (January) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/aes.v2i2.2025.1479

Abstract

Background: Indonesia, as the world's leading palm oil producer, significantly contributes to the global supply and national GDP. However, the industry's expansion has led to increased plastic waste generation, exacerbating environmental and health concerns due to inefficient waste management. Extended Producer Responsibility (EPR) has been proposed as a strategic solution to improve sustainability in the sector. Method: This study conducts a systematic review of sustainability reports from Indonesian palm oil companies, analyzing corporate approaches to plastic pollution, sustainable packaging, and EPR. Data were collected from company websites and linked packaging-related sections, followed by a content analysis to assess commitments to these key areas. Findings: The analysis reveals a divide within the sector: while half of the major companies acknowledge plastic pollution in their reports, the other half lack awareness or action. Sustainable packaging initiatives remain insufficient to meet Indonesia’s target of reducing plastic usage by 30% by 2029. Additionally, corporate commitment to EPR is limited to only a small portion of the industry. Conclusion: The study highlights the need for stronger regulatory enforcement and corporate accountability in addressing plastic waste management. A broader adoption of EPR and sustainable packaging practices is crucial for the palm oil sector to align with national and global environmental goals. Novelty/Originality of this Study: This study provides a critical assessment of plastic waste management in the Indonesian palm oil sector, offering insights into corporate sustainability commitments. By evaluating EPR adoption and sustainable packaging practices, it identifies gaps and areas for policy and industry improvement.
Deforestasi hutan Papua: Urgensi penetapan kebijakan pengelolaan hutan di Papua Nahriyah, Muflihatun
Green Governance: Exploring Politics, Social Justice, and the Environment Vol. 1 No. 1: (February) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/gg.v1i1.2024.749

Abstract

Latar Belakang: Deforestasi memiliki dampak serius baik di tingkat nasional maupun internasional, termasuk perusakan dan pembukaan lahan untuk perkebunan. Dampak dari deforestasi sangat dirasakan oleh masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam atau hutan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsekuensi di masa depan jika deforestasi tidak dikendalikan melalui kebijakan yang jelas dan pasti. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsekuensi di masa depan jika deforestasi tidak dikendalikan melalui kebijakan yang jelas dan pasti. Model penelitian yang digunakan adalah persoalan aktual dengan penggunaan metode interpretasi. Studi kepustakaan pun dipilih sebagai sarana interpretasi sumber penelitian. Temuan: Rekomendasi utamanya adalah tindakan komprehensif dari semua pihak untuk melindungi hutan di Papua dan menetapkan kebijakan yang tegas. Cukup penting untuk merencanakan penggunaan lahan jangka panjang, konservasi, dan strategi adaptasi regional yang spesifik untuk mengelola lanskap lingkungan yang berubah di Pulau Jawa disoroti. Rehabilitasi hutan dan lahan merupakan upaya untuk memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan untuk meningkatkan daya dukung, produktivitas, dan perannya dalam melestarikan sistem kehidupan Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diketahui jika terdapat rekomendasi dan dampak dari persoalan yang dirasakan oleh manusia. Pengadaan ternak juga memberikan pengaruh negatif terhadap udara dan air serta penyebaran penyakit dari hewan ke manusia.