Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Existence of the Mosque as the Center of Islamic Civilization for the Community: A Case Study of The Baiturrahman Mosque in Ngawi Hermawati, Kiki; Sabililhaq, Irhas; Nabila, Nisa Afrinauly
Thaqafiyyat : Jurnal Bahasa, Peradaban dan Informasi Islam Vol 23, No. 2 (2024): Thaqāfiyyāt
Publisher : Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/thaq.2024.%x

Abstract

Abstract: This research analyzes the role of the Baiturrahman Mosque in Ngronggi, Ngawi, as the center of Muslim civilization. The study employs qualitative methods using a case study approach. Data collection techniques include interviews and documentation. Data analysis is conducted using the Miles and Huberman method. The results of the study reveal that the Baiturrahman Mosque serves as a starting point for the development of community civilization. This is evident in initiatives such as the establishment of schools and Religious Affairs Offices around the mosque, as well as efforts to foster young people by involving them as officers and committee members in PHBI (Islamic holiday celebration) events. In addition to these programs, the Baiturrahman Mosque also runs a da'wah institution called majelis taklim. This majelis taklim not only provides guidance, education, and direction but also represents a new hope for enhancing the community's intelligence and enlightenment, particularly in religious and social aspects.Abstrak: Penelitian ini menganalisis peran Masjid Baiturrahman di Ngronggi, Ngawi, sebagai pusat peradaban umat Muslim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Baiturrahman berfungsi sebagai titik awal pengembangan peradaban masyarakat. Hal ini terlihat dari inisiatif seperti pendirian sekolah dan Kantor Urusan Agama di sekitar masjid, serta upaya membina generasi muda dengan melibatkan mereka sebagai petugas dan anggota panitia dalam acara PHBI (Perayaan Hari Besar Islam). Selain program-program tersebut, Masjid Baiturrahman juga mengelola lembaga dakwah yang disebut majelis taklim. Majelis taklim ini tidak hanya memberikan bimbingan, pendidikan, dan arahan, tetapi juga menjadi harapan baru untuk meningkatkan kecerdasan dan pencerahan masyarakat, terutama dalam aspek keagamaan dan sosial.
Building Holistic Islamic Education Towards Society 5.0: A Critical Study of Al-Syaibany's Ideas Hermawati, Kiki; Fofied, Johanis Valentino
Abdurrauf Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Abdurrauf Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58824/arjis.v4i2.351

Abstract

This research analyses Al-Syaibany's thoughts on Islamic education in the context of the Society 5.0 era. The aim is to explore the relevance of Al-Syaibany's curriculum concepts and learning methods to the needs of modern education that focuses on humans and technology. The research method uses a qualitative approach with a literature study, referring to Al-Syaibany's main book, Falsafah Pendidikan Islam, as well as secondary sources such as journals and related books. The results show that Al-Syaibany's curriculum emphasises the balance between religious values, the development of learners' potential, and relevance to the needs of society. The principles include harmony with religion, comprehensiveness, balance of knowledge, and adaptation to social change. In addition, his learning methods, such as problem-based methods and discussions, are in line with the demands of Society 5.0 which requires critical thinking skills, collaboration, and digital literacy. This research concludes that Al-Syaibany's thinking can be a solution to the challenges of education in the Society 5.0 era, especially in integrating Islamic values with technological advances. The implication is that educators and policy makers can adopt this concept to create a holistic and adaptive education system. [Penelitian ini menganalisis pemikiran Al-Syaibany tentang pendidikan Islam dalam konteks era Society 5.0. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi relevansi konsep kurikulum dan metode pembelajaran Al-Syaibany dengan kebutuhan pendidikan modern yang berfokus pada manusia dan teknologi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur, mengacu pada buku utama Al-Syaibany, Falsafah Pendidikan Islam, serta sumber sekunder seperti jurnal dan buku terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum Al-Syaibany menekankan keseimbangan antara nilai agama, pengembangan potensi peserta didik, dan relevansi dengan kebutuhan masyarakat. Prinsip-prinsipnya mencakup keselarasan dengan agama, komprehensivitas, keseimbangan ilmu, serta adaptasi terhadap perubahan sosial. Selain itu, metode pembelajarannya, seperti metode berbasis masalah dan diskusi, sejalan dengan tuntutan Society 5.0 yang membutuhkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan literasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Al-Syaibany dapat menjadi solusi untuk menghadapi tantangan pendidikan di era Society 5.0, terutama dalam mengintegrasikan nilai Islam dengan kemajuan teknologi. Implikasinya, pendidik dan pemangku kebijakan dapat mengadopsi konsep ini untuk menciptakan sistem pendidikan yang holistik dan adaptif.]