Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peran Perbankan Dalam Meningkatkan Potensi Pasar Tradisional Ditinjau Dari Perspektif Islam: (Studi kasus Pasar Gondosari Kecamatan Punung, Kab. Pacitan) Arifin averu, Arifin averu; Malta Anantyasari
Al-Iqtishod : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 6 No. 1 (2024): Al-Iqtishod: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/iqtis.v6i1.2081

Abstract

Pembangunan nasional yang dilaksanakan bangsa Indonesia merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan pembangunan yaitu terciptanya kesejahteraan masyarakat sesuai dengan Undang-Undang Dasar dan Pancasila sila ke lima. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peran perbankan dalam meningkatkan potensi pasar tradisional ditinjau dari perspektif Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti terhadap pelaku pasar gondosari terutama pedagang yang memanfaatkan jasa keuangan perbankan menunjukkan adanya peningkatan hasil atau pendapatan. Dengan bertambahnya modal dari hasil pinjaman perbankan mampu menambah kuantitas barang dagangan dan jenis barang yang diperjualbelikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan perbankan memiliki kontribusi dalam meningkatkan potensi pasar tradisional di pasar Gondosari.
Implementasi Pengembangan Strategi Pemasaran Syariah di Pasar Minulyo Pacitan Pratondo Sinung Nugroho; Malta Anantyasari
Economic Reviews Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Economic Reviews Journal
Publisher : Masyarakat Ekonomi Syariah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/mrj.v4i2.751

Abstract

Trading business in Minulyo market in Pacitan City run by both parents and other traders triggers to look for alternatives to increase purchasing power and income in terms of sharia. However, the decreasing purchasing power of consumers causes the market area to be quiet. Buyers flock between 02.00 in the morning until 10.00 WIB. After 10.00, the Minulyo market begins to feel quiet, even only the sellers are seen filling the market area. In this study, the researcher used a descriptive qualitative method. The data collection technique was carried out directly in the field using observation techniques, documentation, and in-depth interviews and the data sources used were from primary and secondary data. Based on the results of the study above, the Minulyo market has several shortcomings in the form of honesty ethics, sales creativity, lack of technological knowledge, and selling prices. The researcher explained the lack of buyer interest due to dishonest actions in trading ethics and ignorance of selling according to sharia law had a major impact on running a trading business. Based on the conclusion above, traders in Minulyo market have a strong spirit and determination when worshiping in Islam, but in contrast to their worship, their selling methods mostly use conventional methods rather than sharia methods, the comparison is that traders who sell using sharia methods are 20% less than conventional methods, 80% more. From here it can be concluded that the majority of Minulyo traders use conventional methods more.
Peran Zakat Produktif Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik (Studi LAZISNU Kecamatan Tegalombo) Jarwanto; Malta Anantyasari
Jurnal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal At-Tamwil September 2025
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/at-tamwil.v7i2.7292

Abstract

Purpose – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis zakat produktif dalam pemberdayaan masyarakat dan upaya penanggulangan kemiskinan. Dengan memberikan bantuan modal usaha dan program peningkatan ekonomi, zakat produktif memberikan peluang bagi mustahik untuk meningkatkan kesejahteraannya secara mandiri. Design/Methods/Approach – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif untuk mengetahui proses pengelolaan dana zakat, peran yang dimainkan dalam pengelolaannya, dan hasil yang dicapai oleh Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama di Kecamatan Tegalombo. Lokasi studi berada di Kantor LAZISNU di kecamatan Tegalombo. Findings – Penelitian ini menunjukkan bahwa penyaluran zakat produktif terbukti menjadi strategi yang efektif dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan mustahik. Penyaluran ini bertujuan untuk mewujudkan keadilan sosial, mengurangi kesenjangan ekonomi, dan memenuhi perintah agama dalam membantu sesama secara lebih berdaya guna dan berkelanjutan. Research Implications/Limitations – Penelitian ini mengimplikasikan program zakat produktif LAZISNU Tegalombo meningkatkan pendapatan dan aset mustahik melalui modal usaha dan ternak. Implikasinya mencakup transformasi zakat menjadi produktif, pentingnya pelatihan dan pendampingan, serta kebutuhan sistem monitoring berkelanjutan untuk pemberdayaan ekonomi mikro pedesaan. Originality/Value – Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam mengenai pentngnya zakat produktif sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi yang efektif, yang tidak hanya meringankan beban mustahik secara sementara, tetapi juga mampu mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan.
IMPLEMENTASI KEGIATAN LITERASI KEUANGAN SYARIAH MELALUI EXECUTIVE FUNCTION ACTIVITIES PADA ANAK USIA PRA-SEKOLAH DI LINGKUNGAN PIMPINAN DAERAH AISYIAH KABUPATEN PACITAN Malta Anantyasari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36037

Abstract

Instilling financial literacy from an early age is a strategic step in shaping healthy financial character and habits, especially within the context of sharia values. This study aims to examine the implementation of sharia financial literacy through executive function-based activities for preschool-aged children within the Aisyiyah Regional Leadership of Pacitan Regency. The research method used was descriptive qualitative with a case study approach. Data were collected through observation, in-depth interviews with teachers and parents, and documentation of learning activities. The results showed that the integration of sharia financial literacy in activities that train children's executive functions such as planning, decision-making, and self-control was able to foster children's basic understanding of the concepts of saving, sharing, and money management in accordance with sharia principles. These activities were packaged in the form of role-playing, simple transaction simulations, and stories containing Islamic morals. The conclusion of this study states that the implementation of sharia financial literacy through the executive function activities approach is effective for preschool-aged children and is relevant to the educational values ​​promoted by preschool educational organizations/institutions within the Aisyiyah environment of Pacitan Regency.
Persepsi Masyarakat Muslim Terhadap Gerakan Boikot Produk Pro-Israel Sebagai Bentuk Jihad Ekonomi Sabrina Nufikho Hidayah; Malta Anantyasari
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 7 No. 6 (2025): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v7i6.7711

Abstract

This study was conducted with the aim of finding out how the public, especially Muslims, perceives the pro-Israel product boycott movement which is currently still being carried out massively everywhere. Finding out whether they are participating in this boycott movement, and finding out the perception of the Muslim community regarding the pro-Israel product boycott movement as a form of economic jihad. The many pros and cons of the boycott and not yet discussed in terms of economic jihad are the basis for this study. This study is classified as a descriptive qualitative study with a snowball sampling technique using an open questionnaire to 30 Muslim community informants ranging from generation X, generation Y/Millennials, to Generation Z in Pacitan City, Indonesia. The author uses data analysis techniques, namely interactive analysis techniques. The results of the study show that the majority of Muslims in Pacitan City have a fairly good understanding of the conflict between Palestine and Israel. They also said that the boycott movement of products considered pro-Israel is a good movement to do. Not only that, most of them also follow this movement, and agree that the boycott of pro-Israel products is a form of non-physical struggle in defending the rights of Muslims, especially the Palestinian people in the economic sector which is in line with the concept of economic jihad. However, there is also a small portion of the community who stated that they do not yet understand deeply about this matter.