Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NORMALISASI LANSKAP KORIDOR SUNGAI MATI CITARUM DENGAN ANALISIS HIDROLOGI (Studi Kasus: Desa Rancamanyar, Kabupaten Bandung) Izzati, Husna; Rustandi, Iing
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v30i1.4153

Abstract

Sungai Citarum merupakan sungai utama di Jawa Barat yang memiliki fungsi ekologis, ekonomis, dan hidrologis. Posisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang dekat dengan pemukiman penduduk dan berbagai sektor industri (rumah tangga, pertanian, peternakan, dan industri tekstil), berakibat rusaknya ekosistem DAS Citarum. Limbah pabrik, sedimentasi, penumpukan sampah, pembukaan lahan tepi sungai, dan kurangnya kepedulian masyarakat, merupakan beberapa penyebab pencemaran DAS Citarum. Upaya penanggulangan DAS berupa pelurusan badan sungai untuk mengurangi penumpukan polutan, pernah dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum pada tahun 1994 dan 2011. Dampak dari kegiatan ini adalah munculnya badan sungai lama yang tidak teraliri, dikenal dengan istilah sungai mati atau oxbow. Permasalahan yang timbul pada oxbow di antaranya genangan air, buruknya sanitasi, pengambilalihan lahan tanpa izin, hingga kecenderungan konflik sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan hidrologi lanskap oxbow khususnya di Rancamanyar, Baleendah, Kabupaten Bandung. Menggunakan metode campuran, data kualitatif didapatkan dengan teknik observasi dan wawancara, sedangkan data kuantitatif menggunakan data curah hujan, debit aliran, dan data tampungan oxbow. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif dan pengujian dengan menggunakan formula dan perangkat lunak. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa sumber aliran yang masuk ke oxbow dan tingkat curah hujan berpengaruh terhadap siklus banjir di area sekitar Oxbow Rancamanyar. Dengan perhitungan perkiraan debit banjir rencana, perhitungan debit inflow dan outflow, dan daya tampung maksimal oxbow, didapatkan bentuk bentang ideal dari penampang oxbow yang digunakan sebagai dasar dalam normalisasi lanskap Oxbow Rancamanyar.
NORMALISASI LANSKAP KORIDOR SUNGAI MATI CITARUM DENGAN ANALISIS HIDROLOGI (Studi Kasus: Desa Rancamanyar, Kabupaten Bandung) Izzati, Husna; Rustandi, Iing
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 30 No. 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v30i1.4153

Abstract

The Citarum River is the main river in West Java and serves ecological, economic, and hydrological functions. Unfortunately, the river basin, which is located near residential and industrial areas such as households, agriculture, livestock, and textile industries, has been heavily impacted by pollution. The causes of this pollution include factory waste, sedimentation, garbage accumulation, riverbank clearing, and a lack of public awareness. Efforts to manage the river basin have involved straightening the river body to reduce pollutant accumulation, but this has led to the creation of old river bodies known as dead rivers or oxbows. Oxbows face problems such as waterlogging, poor sanitation, unauthorized land acquisition, and social conflicts. A study was conducted to identify hydrological problems in the oxbow landscape, particularly in Rancamanyar, Baleendah, Bandung Regency. The study used a combination of qualitative data obtained through observation and interviews, as well as quantitative data from rainfall, flow rate, and oxbow storage. Analysis of the data was carried out using descriptive methods, formulas, and software. The study found that the flow entering the oxbow and the level of rainfall affect the flood cycle in the area around the Rancamanyar Oxbow. By calculating estimated planned flood discharge, inflow and outflow discharge, and the maximum capacity of the oxbow, the study determined the ideal span shape of the oxbow cross-section, which serves as the basis for normalizing the landscape of Rancamanyar Oxbow.