Abstract This study aims to analyze the factors influencing criminal acts during inter-club futsal matches in West Kalimantan from a criminological perspective. This phenomenon is intriguing because it involves aspects that go beyond mere sports competition, encompassing actions that lead to violations of legal and ethical principles in sports. The findings reveal several key factors contributing to these criminal acts. First, the mental unpreparedness of local players in facing opponents from outside regions, which often causes psychological pressure. Second, the presence of bribery practices intended to harm opponents as a strategy to win matches. Third, the use of physical and verbal violence as a means to undermine the morale of opponents. These factors reflect weak moral and ethical development in sports, as well as insufficient oversight from organizers and relevant authorities. This study provides recommendations to improve mental preparation, enforce strict regulations, and enhance supervision in match implementation, ensuring that futsal can serve as a platform for healthy and integrity-driven competition. Keywords: Criminology, Crime, Futsal Matches Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya tindak kejahatan dalam pertandingan futsal antar klub di Kalimantan Barat dari perspektif kriminologi. Fenomena ini menarik perhatian karena melibatkan aspek-aspek yang melampaui sekadar persaingan olahraga, melainkan mencakup tindakan yang mengarah pada pelanggaran hukum dan etika dalam olahraga. Berdasarkan hasil kajian, ditemukan beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap terjadinya kejahatan tersebut. Pertama, ketidaksiapan mental pemain lokal menghadapi kehadiran pemain dari luar daerah yang sering kali menimbulkan tekanan psikologis. Kedua, adanya praktik suap yang bertujuan mencederai lawan sebagai strategi untuk memenangkan pertandingan. Ketiga, penggunaan kekerasan fisik dan verbal sebagai cara untuk menjatuhkan mental lawan. Faktor-faktor ini mencerminkan lemahnya pembinaan moral dan etika olahraga serta minimnya pengawasan dari pihak penyelenggara dan otoritas terkait. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan pembinaan mental, penegakan aturan yang tegas, serta pengawasan dalam pelaksanaan pertandingan agar olahraga futsal dapat menjadi sarana kompetisi yang sehat dan berintegritas. Kata Kunci: Kriminologi, Kejahatan, Permainan Futsal