Samiugi, Gracpen
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENEMUKAN KEMBALI SPIRITUALITAS MELALUI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN: MENGATASI KRISIS KEROHANIAN PADA GENERASI MUDA GEREJA DI ZAMAN DIGITAL Samiugi, Gracpen
Metanoia Vol 7 No 1 (2025): Metanoia Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v7i1.169

Abstract

Artikel ini membahas peran Pendidikan Agama Kristen dalam menghadapi krisis kerohanian yang dialami generasi muda gereja di era digital. Seiring dengan maraknya dampak negatif teknologi berupa ketidakfokusan pemuda gereja ketika mendengarkan firman Tuhan, mereka menyibukan diri dengan handphone mereka. Pemuda yang demikian maka berdampak kepada mental, spiritual, dan psikologis anak-anak muda. Peran Pendidikan Agama Kristen di lingkungan sekolah, gereja, dan keluarga menjadi sangat krusial dalam mewariskan nilai-nilai iman Kristen. Tujuan penelitian ini untuk memberikan jawaban bagi generasi muda gereja zaman digital ini melalui peran pendidikan agama Kristen untuk dapat membantu mereka menemukan kembali spiritualitas mereka di tengah tantangan zaman digital. Menggunkan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka maka dapat disimpulkan bahwa pertama, Pendidikan Agama Kristen berfungsi sebagai sarana efektif dalam memulihkan dan menguatkan spiritualitas generasi muda gereja yang sedang mengalami krisis kerohanian karena penggunaan ponsel saat mendengar firman Allah; kedua, pendekatan yang melibatkan aktivitas rohani seperti pendampingan khusus yang dapat memperdalam hubungan mereka dengan Tuhan; dan ketiga, keterlibatan sinergis antara sekolah, gereja, dan keluarga dalam mengimplementasikan Pendidikan Agama Kristen secara konsisten untuk membangun fondasi iman yang kuat pada generasi muda. Kebaharuan yang dimunculkan dari penelitian ini terletak pada penekanan integrasi peran kekristenan dalam membentuk spiritualitas generasi muda, serta penerapan pendekatan berbasis praktik rohani yang mendalam dalam menghadapi krisis kerohanian di era digital.