Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH OLAHRAGA PAGI DAN MALAM TERHADAP KADAR FIBRINOGEN PADA SISWA SMA ASSANADIYAH PALEMBANG admin; M Iman Tarmizi Thaher
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 10 No 20 (2020): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v10i20.78

Abstract

Olahraga atau aktivitas fisik adalah kegiatan yang membantu kesehatan aliran darah karena menyebabkan jantung memompa darah lebih cepat. Namun, terdapat beberapa kasus orang yang meninggal saat berolahraga, akibat gangguan pada fungsi jantung. Penelitian ini berjenis penelitian eksperimental laboratorium dan rancangan yang dipakai adalah Post Test Only Crossover Control Group Design. Dalam penelitian ini digunakan sebanyak 30 siswa laki-laki di SMA Assanadiyah sebagai sampel, 15 siswa sebagai kelompok A (Olahraga pagi – olahraga malam) dan 15 siswa sebagai kelompok B (Olahraga malam – olahraga pagi ). Olahraga malam dilakukan pada pukul 21:00 Wib sedangkan yang berolahraga pagi pada pukul 07:00 Wib, Olahraga dilakukan 6 kali dalam 2 minggu lalu sampel diambil darahnya sebanyak 2cc dan dibawa ke BBLK Sumsel Lalu siswa di istirahatkan dalam satu minggu, setelah satu minggu siswa melakukan olahraga kembali sebanyak 6 kali dalam 2 minggu. Data yag diperoleh kemudian di analisis menggunakan uji Mann-Whitney Test dengan program IBM SPSS 18 for windows. Hasil analisis kemaknaan dengan uji Mann-Whitney Test menunjukkan bahwa rerata kadar Fibrinogen yang berolahraga pagi (Kelompok A dan B) adalah 288+28,6 mg/dl, sedangkan rerata kadar fibrinogen yang berolahraga malam (kelompok A dan B) adalah 242+49,6 mg/dl. Analisis kemaknaan dengan uji Mann-Whitney Test menunjukkan bahwa nilai T= 172,0 dengan nilai p-value = 0,001. Hal ini berarti bahwa olahraga yang dilakukan pada pagi hari memacu kadar Fibrinogen lebih tinggi dari pada yang berolahraga malam hari. Olahraga pagi dan malam dengan jarak 4,5 km selama 30 menit sebanyak 6 kali dalam 2 minggu, bermakna (≤ 0,05).
Persepsi Ibu Hamil tentang Penggunaan Alat Kontrasepsi Pasca Melahirkan di Klinik Dr. Sunedi Tahun 2024 Sari, TaJunawalia Mayang; M, Maryam; Thaher, M. Iman Tarmizi
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 6 (2025): January
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14784930

Abstract

This study aims to explore pregnant women's perceptions regarding the use of postnatal contraception at Klinik Dr. Sunedi. A quantitative research design with a descriptive analytic approach was employed, involving 30 respondents selected via purposive sampling. Data were analyzed using univariate methods to describe demographic characteristics and respondents’ perceptions, as well as bivariate analysis to examine the relationships between demographic variables and the perception of postnatal contraception use. The findings indicate that most pregnant women hold a positive perception of the benefits of postnatal contraception, although some challenges related to knowledge and access to information were identified. These findings are expected to inform the development of educational programs and improvements in reproductive health services at the clinic.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Terhadap Kebersihan Organ Genetalia Eksterna Saat Menstruasi di SMK Assanadiyah Tahun 2023 Sari, Junawalia Mayang; Thaher, M. Iman Tarmizi
Al-Su’aibah Midwifery Journal Vol. 1 No. 1 (2023): June
Publisher : STIKES Al-Su’aibah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69597/amj.v1i1.5

Abstract

Menstruasi adalah proses alamiah yang terjadi pada perempuan. Menstruasi merupakan pendarahan yang teratur dari uterus sebagai tanda bahwa organ kandungan telah berfungsi matang. Umumnya, remaja yang mengalami menarche adalah pada usia 12 sampai dengan 16 tahun. Kebersihan genetalia adalah keadaan organ seksual yang bebas dari kotoran dan infeksi. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Terhadap Kebersihan Organ Genetalia Eksterna Saat Menstruasi Di SMK Assanadiyah Tahun 2023. Metode dalam penelitian ini adalah metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional study, populasi penelitian ini adalah seluruh Remaja Putri SMK Assanadiyah dengan total sampel yaitu 177 remaja putri. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 18 Mei 2023. Hasil analisa univariat didapat jumlah responden yang memiliki pengetahuan baik dalam menjaga kebersihan organ genetalia eksterna saat menstruasi sebanyak 95 responden (53,7%) dan responden yang memiliki pengetahuan kurang baik dalam menjaga kebersihan organ genetalia eksterna saat menstruasi sebanyak 82 responden (46,3%), dan responden yang bersikap positif dalam menjaga organ genetalia eksterna saat menstruasi ada 81 responden (45,8%) sedangkan responden yang bersikap negatif dalam menjaga organ genetalia eksterna saat menstruasi 96 responden (54,2%) . Hasil analisa bivariat dengan menggunakan uji chi-square pada pengetahuan remaja putri di dapatkan nilai p_value (0,001) yang berarti ada hubungan bermakna (signifikan) pada pengetahuan remaja putri terhadap kebersihan organ genetalia eksterna saat menstruasi, sedangkan pada sikap remaja putri di dapatkan nilai p_value (0,002) yang berarti ada hubungan bermakna (signifikan) pada sikap remaja putri terhadap kebersihan organ genetalia eksterna saat menstruasi.
Pengaruh Tele-Edukasi Masa Nifas Berbasis WhatsApp terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Perawatan Diri Ibu dalam Perspektif Kesehatan Reproduksi: Kesehatan Reproduksi Pada Masa Nifas Junawalia Mayang Sari; Umi Solekah; Mariyam; M Iman Tarmizi Thaher
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v16i1.430

Abstract

The postpartum period is an integral part of the female reproductive health cycle, characterized by the recovery of reproductive organs and physical, psychological, and social adaptation following childbirth. Failure to recognize postpartum danger signs and to practice appropriate self-care contributes to an increased risk of maternal morbidity and mortality. Limited access to postnatal health services necessitates sustainable and easily accessible alternative educational approaches. The utilization of communication technology through the WhatsApp application offers a strategic opportunity to deliver individualized and continuous reproductive health education. This study aimed to analyze the effect of WhatsApp-based postpartum tele-education on improving mothers’ knowledge and attitudes toward self-care from a reproductive health perspective. This study employed a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 30 postpartum mothers who met the inclusion criteria. The intervention was delivered over seven consecutive days using structured educational materials covering postpartum self-care, reproductive danger signs, nutrition, postpartum mental health, and prevention of postpartum complications. Data analysis was conducted using the Shapiro–Wilk test and paired t-test. The results showed a significant increase in postpartum mothers’ knowledge (p < 0.001) and attitudes (p < 0.001) after the intervention. The proportion of mothers with good knowledge increased from 0% to 83.3%, while positive attitudes toward self-care increased from 0% to 96.7%. These findings indicate that WhatsApp-based tele-education is effective in promoting reproductive health. WhatsApp-based postpartum tele-education effectively improves mothers’ knowledge and attitudes toward self-care and serves as a reproductive health promotion strategy to support safe and sustainable postpartum recovery.
Karakteristik Bio Impedence Analysis Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Thaher, M. Iman Tarmizi; Putri, Catherine Dwi Augusthi; Laeto, Arwan Bin
NUTRIX Vol 10 No 1 (2026): Volume 10, Issue 1, 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v10i1.1478

Abstract

Technological developments have led to an increase in sedentary lifestyles and unhealthy eating habits, which can affect physical fitness and potentially disrupt students' health. This study aimed to assess the bioimpedance analysis characteristics of new students at the Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya. The method used was a descriptive observational approach with a quantitative design, involving 74 active students from the Faculty of Medicine. Research data were collected using electronic forms and a bioimpedance analyzer, then entered into Ms. Excel and analyzed for characteristics using SPSS. The results showed that the mean body mass index, calorie requirements, visceral fat, body age, and muscle mass were higher in male students, while the average elements of total fat and subcutaneous fat were higher in female students. As many as 26.9% of male students are classified as obese, and 23.1% have high visceral fat. As many as 42.3% of female students are classified as having very high total fat. Approximately 23.1% of male students have a high muscle mass. In conclusion, male and female students show varied bioimpedance analysis characteristics due to various influencing factors. This study highlights important notes to consider in maintaining students' physical fitness to prevent degenerative diseases. Perkembangan teknologi menimbulkan peningkatan gaya hidup sedentari dan pola makan tidak sehat, yang dapat mempengaruhi kebugaran tubuh dan berpotensi mengganggu kesehatan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menilai karakteristik Bio Impedance Analysis mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif observasional dengan desain kuantitatif, yang diikuti oleh mahasiswa aktif Fakultas Kedokteran sebanyak 74 mahasiswa. Data penelitian dikumpulkan menggunakan formulir elektronik dan alat Bio Impedance Analyzer, lalu data dimasukkan ke dalam aplikasi Microsoft Excel dan dianalisis karakteristiknya menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan rerata elemen indeks massa tubuh, kebutuhan kalori, lemak viseral, usia tubuh dan massa otot lebih dominan pada mahasiswa laki-laki. Sedangkan rerata elemen lemak total dan lemak kulit lebih tinggi pada kelompok mahasiswa perempuan. Sebanyak 26,9% mahasiswa laki-laki memiliki status obesitas dan sebanyak 23,1% tergolong memiliki lemak viseral yang tinggi. Sebanyak 42,3% mahasiswa perempuan tergolong memiliki lemak total yang sangat tinggi. Sebanyak 23,1% mahasiswa laki-laki memiliki massa otot yang tergolong tinggi. Kesimpulannya, mahasiswa laki-laki dan perempuan menunjukkan karakteristik Bio Impedance Analysis yang bervariasi akibat berbagai faktor yang mempengaruhinya. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan kepada mahasiswa untuk memonitor komposisi tubuh guna mencegah penyakit-penyakit degeneratif.
Sistem Penghantaran Obat Mutakhir: Tantangan Formulasi Nano untuk Fitokimia yang Sulit Larut dalam Air Juliana Palungan; Rona Hawa Kamilah; Moh. Firmansah; Sima Asmara Dewa Marya Mahardika Putri; Winda Wahyu Setya Rahmah; M Iman Tarmizi Thaher
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i2.1537

Abstract

The poor water solubility and low oral bioavailability of various phytochemical compounds (BCS Classes II and IV) continue to be major obstacles in the development of modern therapeutics, despite their remarkable therapeutic potential. This narrative review critically evaluates the use of nanoscale drug delivery systems to overcome the biopharmaceutical limitations of hydrophobic phytochemicals and pinpoints key challenges in clinical translation and industrial-scale production. The review provides a comprehensive analysis of the latest literature on the effectiveness of nanotechnology-based physicochemical modifications, including solid lipid nanoparticles (SLNs), nanostructured lipid carriers (NLCs), nanosuspensions, polymeric micelles, liposomes, and phytosomes. The review's results indicate that nano-carrier engineering significantly enhances solubility, avoids first-pass metabolic degradation, and enables targeted delivery. Specifically, nanoformulations have proven effective at penetrating the dense matrix of the tumor microenvironment (TME) in cancer therapy, crossing the blood-brain barrier (BBB) in neurodegenerative diseases, and protecting drugs from stomach acid in infectious and metabolic conditions. However, the transition toward commercialization is hindered by issues of long-term physicochemical stability (e.g., lipid polymorphic transitions) and challenges in standardizing botanical raw materials. These issues affect the reproducibility of large-scale production, ultimately delaying the availability of these promising therapies to patients in need. In conclusion, while nanoformulations offer transformative solutions for overcoming phytochemical biological barriers, standardizing protocols, innovating green synthesis, and fostering interdisciplinary collaboration are essential for overcoming scalability barriers and preparing these innovations for clinical application.