Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tren Politik Peringatan Darurat Garuda Pancasila Berlatar Belakang Biru di TikTok Muna, Jazilatul; Dzikri, Irfa’i; Ramadhon, Laila Yusuf; Fatullah, Muhammad Rizky; Nisa , Pia Khoirotun
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17206

Abstract

This study will analyze the phenomenon of social imitation triggered by viral content within the framework of mass communication sociology. The paper will discuss relevant theories, such as Bandura's social learning theory and the concept of social identity, to understand why individuals tend to imitate the behavior they see on social media. This study uses an interpretive paradigm that aims to understand the social meaning that arises from the phenomenon being studied, such as the viral content "Emergency Warning 2024". In this paradigm, researchers try to understand the perspectives of individuals involved in the social event, not just looking at the facts objectively. Based on this study, it is concluded that the analysis of the viral phenomenon "Emergency Warning" on TikTok includes a social imitation process involving factors of linkage, influence, and conformity. This viral content has various social, cultural, and psychological impacts, such as feelings of anxiety, fear, or euphoria, and forms collective behavior and public responses. In addition, TikTok as a social media platform plays an important role in accelerating the spread of social imitation through algorithms, the influence of celebrities or public figures involved, and the dynamics of online communities that strengthen this phenomenon.
PEMBENTUKAN OPINI PUBLIK DALAM FENOMENA “BUAT APA SEKOLAH?” DI APLIKASI TIKTOK Citra, Dinaya; Agustin , Lare Annisa; Saputri , Luthfi Eka; Alif , Muhammad Hisyam; Nisa , Pia Khoirotun
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 4 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan opini publik memiliki tiga tahap. Tahap pertama yaitu opini mencari bentuknya. Tahap selanjutnya, opini publik sudah memiliki bentuk, namun masih dapat berubah-ubah. Tahap terakhir, opini publik sudah kuat dan tidak mudah berubah. Terdapat lima syarat dalam pembentukan opini publik. Tahap pertama adalah adanya isu. Tahap selanjutnya adalah adanya kelompok yang dikenal dan berkepentingan terhadap suatu isu. Selanjutnya adalah adanya pilihan yang sulit. Selanjutnya adalah adanya suatu pernyataan/opini. Dan terakhir adalah adanya sejumlah orang yang terlibat. Lalu, kekuatan media massa dalam konteks politik yaitu media melakukan konstruksi realitas politik dalam masyarakat. Di samping itu, juga mengungkap masalah-masalah posisi komunikasi politik dalam kasus-kasus kegiatan politik praktis dalam proses transformasi dan pembentukan komunikasi politik masyarakat. Teori agenda setting adalah sebuah pengaturan atau penyusunan agenda, rencana ataupun kegiatan. Dan menjelaskan bahwa media memberi dampak yang kuat terhadap masyarakat dalam isu tertentu. Lalu, teori spiral of silence menyatakan bahwa jika individu atau kelompok memiliki pandangan atau opini yang bersifat minoritas dan lebih sedikit terhadap isu publik tertentu, maka komunikasi mereka akan dibatasi dan kalah dengan opini – opini mayoritas, sehingga mayoritas akan lebih terdorong untuk membuka suara dibandingkan minoritas.