Rika Winata, Caroline
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pekan Seni Grafis Yogyakarta Sebagai Praktik Budaya Produksi Sasongko, Damar; Nur Kamila, Nisrina; Kaheqsi, Ainur; Alfiandi, Dimas; Rika Winata, Caroline
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i2.6474

Abstract

Pekan Seni Grafis Yogyakarta (PSGY), diinisiasi oleh Grafis Minggiran, mempunyai peran penting dalam melestarikan dan mengembangkan seni cetak grafis di Indonesia. Berlangsung setiap dua tahun, PSGY menjadi ajang memperkenalkan seni grafis ke khalayak luas melalui pameran, workshop, seminar, residensi, dan perlombaan. PSGY dapat dikatakan turut memproduksi sebuah kebudayaan, yakni kebudayaan grafis yang dapat menginspirasi para seniman dan masyarakat luas terkait seni grafis. Penelitian ini berupaya mengungkap nilai-nilai serta artikulasi dari suatu budaya yang diproduksi oleh PSGY. Penelitian menggunakan metode kualitatif dan etnografi dengan pendekatan budaya produksi (culture of production) dari DuGay dan sirkuit budaya (Circuit of Culture) dari Stuart Hall. Melalui pembahasan yang dilakukan, didapat sepuluh nilai dalam PSGY, yakni informatif, edukatif, kolaboratif, nasionalisme, sejarah, kompetitif, dokumentasi, konsisten, inovatif, dan profesionalitas. Sementara produksi PSGY berartikulasi pada regulasi, konsumsi, dan representasi.
Pekan Seni Grafis Yogyakarta Sebagai Praktik Budaya Produksi Sasongko, Damar; Nur Kamila, Nisrina; Kaheqsi, Ainur; Alfiandi, Dimas; Rika Winata, Caroline
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i2.6474

Abstract

Pekan Seni Grafis Yogyakarta (PSGY), diinisiasi oleh Grafis Minggiran, mempunyai peran penting dalam melestarikan dan mengembangkan seni cetak grafis di Indonesia. Berlangsung setiap dua tahun, PSGY menjadi ajang memperkenalkan seni grafis ke khalayak luas melalui pameran, workshop, seminar, residensi, dan perlombaan. PSGY dapat dikatakan turut memproduksi sebuah kebudayaan, yakni kebudayaan grafis yang dapat menginspirasi para seniman dan masyarakat luas terkait seni grafis. Penelitian ini berupaya mengungkap nilai-nilai serta artikulasi dari suatu budaya yang diproduksi oleh PSGY. Penelitian menggunakan metode kualitatif dan etnografi dengan pendekatan budaya produksi (culture of production) dari DuGay dan sirkuit budaya (Circuit of Culture) dari Stuart Hall. Melalui pembahasan yang dilakukan, didapat sepuluh nilai dalam PSGY, yakni informatif, edukatif, kolaboratif, nasionalisme, sejarah, kompetitif, dokumentasi, konsisten, inovatif, dan profesionalitas. Sementara produksi PSGY berartikulasi pada regulasi, konsumsi, dan representasi.