ABSTRACT In Indonesia, the Patient Service Manager (MPP) was introduced in hospitals 10 years ago through accreditation standards. Starting with the Hospital Accreditation Standard in the Access to Services and Continuity of Services chapter, then continued in the National Hospital Accreditation Standard (SNARS) in the Hospital Access and Continuity of Services (ARK) chapter. The role of MPP is to facilitate the fulfilment of patient care needs, optimise the implementation of patient-focused services and optimise the reimbursement process. The role of MPP in Regional Hospitals still has obstacles, such as not being implemented properly before training is held, screening is not optimal due to reporting constraints, is not effective in optimising integrated patient care and is not effective in improving quality control and cost control efforts. This study aims to analyse the role of MPP in RSUD using Mintzberg's role theory, which is expected to provide information for hospital services. This study is a qualitative research conducted at one of the RSUDs in Central Java. Data collection was carried out through in-depth interviews with 20 informants, consisting of MPP, Management, Doctor in Charge of Services, Head of Room, and Nurse. The results showed that the MPP's role was quite good. However, there are still obstacles such as aspects of courage to convey sensitive issues related to patient financing, lack of innovation, unorganised reporting systems and lack of direct interaction with patients and families. In addition, the MPP's role in quality and cost control, its implementation is still limited to administrative tasks without being equipped with firm decision-making. Regular evaluation and increased coordination with management and other PPAs are important steps to optimise the role of the MPP for the ultimate result of improving service quality and patient satisfaction. Keywords: MPP, Role, Patient, Hospital. ABSTRAK Di Indonesia, Manager Pelayanan Pasien (MPP) diperkenalkan di Rumah Sakit (RS) sejak 10 tahun lalu melalui standar akreditasi. Diawali dengan Standar Akreditasi Rumah Sakit dalam bab Standar Akses ke Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (APK), kemudian dilanjutkan dalam Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) pada bab Akses Rumah Sakit dan Kontinuitas Pelayanan (ARK). Peran MPP adalah untuk memfasilitasi pemenuhan kebutuhan asuhan pasien, mengoptimalkan terlaksananya pelayanan berfokus pada pasien dan mengoptimalkan proses reimbursement. Peran MPP di Rumah Sakit Daerah (RSUD) masih terdapat kendala seperti belum terlaksana secara baik sebelum diadakan pelatihan, skrining yang dilakukan belum optimal karena kendala pelaporan, belum efektif dalam mengoptimalkan asuhan pasien yang terintegrasi dan belum efektif dalam meningkatkan upaya kendali mutu dan kendali biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran MPP di RSUD dengan menggunakan teori peran Mintzberg yang diharapkan dapat memberikan informasi bagi pelayanan di rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dilaksanakan pada salah satu RSUD di Jawa Tengah. Pengambilan data dilakukan wawancara mendalam dengan 20 informan terdiri dari MPP, Manajemen, Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP), Kepala Ruang, dan Perawat. Hasil penelitian menunjukkan peran MPP sudah cukup baik. Namun masih terdapat hambatan seperti aspek keberanian menyampaikan isu sensitif terkait pembiayaan pasien, kurangnya inovasi, sistem pelaporan yang belum terorganisir dan kurangnya interaksi langsung dengan pasien dan keluarga. Selain itu, peran MPP dalam pengendalian mutu dan biaya, pelaksanaannya masih terbatas pada tugas administratif tanpa dilengkapi dengan pengambilan keputusan yang tegas. Evaluasi secara berkala dan peningkatan koordinasi dengan manajemen dan PPA yang lain menjadi langkah penting untuk optimalisasi peran MPP demi hasil akhir berupa peningkatan mutu layanan dan kepuasan pasien. Kata Kunci: MPP, Peran, Pasien, Rumah Sakit.