Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Strategi 3m Plus Dalam Pencegahan Dbd Desa Talawi Hilie Ika Parma Dewi; Aza Afrilia; Putra Ramadoni Sukma; Yustiani Perbina Br Sitepu; Florence Johan; Ilham Dhani Joleanda; Silvina Arifah
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 2 No 3 (2025): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan ancaman kesehatan serius di Desa Talawi Hilie, yang seringkali dipicu oleh rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan. Program Kuliah Kerja Nyata tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa tentang pencegahan DBD menggunakan strategi 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang, dan tindakan tambahan seperti penggunaan larvasida). Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan penyuluhan kepada warga desa melalui platform digital seperti Youtube dan Instagram, presentasi interaktif, demonstrasi praktik, serta evaluasi dengan sesudah kegiatan.Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman warga meningkat tentang strategi 3M Plus.Program ini berhasil memberikan dampak positif berupa penurunan risiko DBD melalui penerapan kebiasaan sehat dan preventif.
Penerapan Token Economy dan Negative Punishment  untuk Mengurangi Durasi Penggunaan Media Sosial Instagram Mardhiah, Siti; Yustiani Perbina Br Sitepu; Rani Hasanah Br Solin; -, Deby Melisa putri; Rahmah Rezki Elvika
Indonesian Journal of Behavioral Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Behavioral Studies
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Sumatra Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ijobs.v5i1.27101

Abstract

Kecanduan media sosial dapat berdampak pada pemikiran individu sehingga menyebabkan masalah emosional seperti kecemasan, depresi, kemarahan, dan cacian. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi durasi penggunaan media sosial Instagram pada remaja menggunakan teknik token economy dan negative punishment agar tidak menjadi heavy users yang berdampak pada kecanduan. Subjek penelitian adalah seorang siswi berusia 16 tahun yang menunjukkan kriteria kecanduan media sosial Instagram. Metode penelitian yang digunakan yaitu single subject design dengan tipe pengambilan data A1-B-A2. Teknik token ekonomi memberikan reward berupa sticker ketika partisipan berhasil mengurangi durasi penggunaan Instagram, sementara negative punishment berupa penarikan sticker diterapkan jika penggunaan melebihi batas yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan dalam durasi penggunaan Instagram, dari rata-rata 230 menit/hari pada fase baseline (A1) menjadi rata-rata 96 menit/hari selama fase intervensi (B), dengan total akumulasi 118 sticker tanpa mendapatkan negative punishment dan pada pengukuran fase baseline (A2) menjadi 46 menit/hari. Kesimpulannya, penerapan teknik token ekonomi dan negative punishment terbukti efektif dalam menurunkan durasi penggunaan media sosial Instagram dan mengatasi kecanduan media sosial pada partisipan.
Gambaran Partisipasi Politik Gen Z di Kota Bukittinggi Ratna Juwita; Anisa Septi Artanti; Yustiani Perbina Br Sitepu; Aufi Hidayatul Azmi; Rani Hasanah Br Solin; Adifa Zahra; Mardianto Mardianto
Harmoni Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026): Harmoni Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/hardik.v3i2.3020

Abstract

This study aims to describe the level and forms of political participation among Generation Z (Gen Z) in Bukittinggi City, considering the large proportion of young voters in the 2024 General Election. Gen Z refers to individuals born between 1997 and the early 2010s and currently represents a significant demographic force in the democratic system. The study employs a quantitative approach using the Participatory Behaviors Scale (PBS), which includes four dimensions: disengagement, civil participation, formal political participation, and activism. The sample was selected using purposive sampling, targeting Gen Z university students who possess an ID card (KTP) and reside in Bukittinggi. Data were collected through an online questionnaire and analyzed descriptively. The results show that the average level of political participation among Gen Z falls in the moderate-to-high category (M = 44.5; SD = 8.3), with 61.06% of respondents in the moderate category, and 19.47% each in the low and high categories. These findings indicate that Gen Z is fairly active in participating, both formally through elections and informally through political discussions and digital campaigns. The study highlights a shift in Gen Z’s political participation towards more digital, flexible, and issue-based forms. The results also underscore the importance of strengthening political literacy and creating more inclusive participatory spaces at the local level.