Tanaman kayu putih (Melaleuca leucadendra L.) dengan potensinya sebagai tanaman penghasil minyak obat berpeluang besar untuk lebih dikembangkan dengan baik dari teknik budidaya untuk menghasilkan tanaman kayu putih dengan kandungan minyak atsiri berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa daun kayu putih (M. leucadendra L.) dan pemanfaatannya di Desa Humusu Sainiup, Kecamatan Insana Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimen di Laboratorium. Penelitian ini diawali dengan pengambilan sampel kemudian sampel daun kayu putih di preparasi. Sampel daun kemudian di maserasi menggunakan pelarut metanol 96%. Hasil ekstrak dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Analisis kandungan senyawa menggunakan alat GC-MS. Hasil analisis GC-MS menunjukkan bahwa terdapat 9 komponen senyawa. Senyawa yang paling dominan yaitu senyawa sekuiterpena dengan 3 senyawa utama yaitu, senyawa α-selinene dari golongan senyawa seskuiterpena, dengan persen area 16.07%, dengan retensi waktu 9.160 menit, senyawa R-aromadendrane dari golongan senyawa seskuiterpena, dengan persen area 18.98%, dengan retensi waktu 9.351 menit, dan senyawa β-eudesmol dari golongan senyawa seskuiterpena teroksigenasi, dengan persen area 16.14%, dengan retensi waktu 11.469 menit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Terdapat 3 Komponen senyawa yang paling dominan yaitu senyawa α-selinene dari golongan senyawa seskuiterpena, senyawa R-aromadendrane dari golongan senyawa seskuiterpena dan senyawa β-eudesmol dari golongan senyawa seskuiterpena teroksigenasi.