Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Indonesian migrant workers activism in Hong Kong ANJANI TRI FATHARINI
Journal of Advanced Research in Social Sciences and Humanities Volume 3, Issue 3, June 2018
Publisher : Journal of Advanced Research in Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aim: The article explains why the Indonesian Migrant Workers Alliance (JBMI) has a chance of succeeding in Hong Kong. The JBMI is intriguing because it is the largest alliance of Indonesian migrant workers and consists of a confederation of separate organizations speaking with one voice.Method: Methodologically, this study employs a qualitative strategy predicated on primer data. Primary data was gathered through in-depth interviews with a sample of politically active Indonesian migrant workers. Using the theory of political opportunity structures, this article explains why JBMI can thrive in Hong Kong.Findings: Two factors make Hong Kong an ideal setting for the growth of JBMI: (1) the hybrid regime’s characteristics allow for collective actions by creating expansive political spaces for migrant workers, and (2) Indonesian migrant workers in Hong Kong have the awareness necessary to effectively manage the city’s resources.Implications/Novel Contribution: This research hopes to add to what is already known about Indonesian migrant workers, especially in the self-organizing migrants’ movement. We hope to demonstrate the strength of vulnerable migrant domestic workers through this study.
DIPLOMASI DIGITAL JEPANG DI ERA PANDEMI: STRATEGI PROGRAM BEASISWA MONBUKAGAKUSHO DI INDONESIA (2020–2022) Wulan Suci Intan Auliani; Hermini Susiatiningsih; Anjani Tri Fatharini
Journal of International Relations Diponegoro Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v10i1.50772

Abstract

Beasiswa “Monbukagakusho” merupakan program yang digagas Pemerintah Jepang melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi (MEXT) dengan tujuan untuk mencetak mahasiswa internasional berkualitas tinggi, memperkuat kerja sama dengan negara lain, serta membangun citra positif Jepang di bidang pendidikan secara global. Sejak diluncurkan pada tahun 1954, program ini telah menerima ratusan ribu mahasiswa dari berbagai negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi diplomasi digital yang diterapkan Pemerintah Jepang di Indonesia melalui program beasiswa “Monbukagakusho” pada tahun 2020–2022 di masa Covid-19, dengan menggunakan konsep  diplomasi digital Ilan Manor. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan data primer dari wawancara dengan JASSO Indonesia, serta data sekunder dari buku, jurnal, artikel, dan situs web terpercaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah Jepang secara aktif memanfaatkan media digital dan memenuhi strategi diplomasi digital, yaitu engagement dan listening, framing the nation, networked and collaborative approaches to diplomacy, serta consular aid dalam mempromosikan program beasiswa “Monbukagakusho”di Indonesia.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI AI SEBAGAI MEDIA DIPLOMASI MELALUI METAVERSE OLEH SM ENTERTAINMENT Gios Danika; Hermini Susiatiningsih; Anjani Tri Fatharini
Journal of International Relations Diponegoro Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v10i1.50684

Abstract

Perkembangan Teknologi Artificial Intelligence (AI) saat ini sudah semakin pesat termasuk di beberapa negara salah satunya Korea Selatan. Pemerintah Korea Selatan memiliki visi untuk memasukkan teknologi tersebut ke berbagai aspek termasuk budaya. Dari kondisi tersebut, salah satu Perusahaan yang memproduksi konten budaya K-POP yaitu SM Entertainment memproduksi K-POP yang bercampur dengan teknologi AI. Penelitian ini menjelaskan lebih lanjut mengenai Bagaimana SM Entertainment memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence tersebut sebagai media diplomasi pada tahun 2020 - 2023. Konsep Metaverse in Diplomacy diterapkan pada penelitian ini untuk membantu dalam menjawab pertanyaan penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data berupa data primer, yang bersumber dari wawancara dan kuesioner dan data sekunder, yang bersumber dari buku, website resmi, dan literatur lainnya. Hasil menunjukkan bahwa teknologi AI dimanfaatkan SM Entertainment untuk membangun universe atau dunia buatan dalam bentuk metaverse dalam proyek SM Culture Universe (SMCU). Ini juga berindikasi terhadap munculnya dampak berupa masyarakat global yang dapat merasakan energi budaya Korea Selatan tanpa harus mengunjungi Korea Selatan.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI AI SEBAGAI MEDIA DIPLOMASI MELALUI METAVERSE OLEH SM ENTERTAINMENT Gios Danika; Hermini Susiatiningsih; Anjani Tri Fatharini
Journal of International Relations Diponegoro Vol 10, No 1: (June 2025)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v10i1.50684

Abstract

Perkembangan Teknologi Artificial Intelligence (AI) saat ini sudah semakin pesat termasuk di beberapa negara salah satunya Korea Selatan. Pemerintah Korea Selatan memiliki visi untuk memasukkan teknologi tersebut ke berbagai aspek termasuk budaya. Dari kondisi tersebut, salah satu Perusahaan yang memproduksi konten budaya K-POP yaitu SM Entertainment memproduksi K-POP yang bercampur dengan teknologi AI. Penelitian ini menjelaskan lebih lanjut mengenai Bagaimana SM Entertainment memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence tersebut sebagai media diplomasi pada tahun 2020 - 2023. Konsep Metaverse in Diplomacy diterapkan pada penelitian ini untuk membantu dalam menjawab pertanyaan penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data berupa data primer, yang bersumber dari wawancara dan kuesioner dan data sekunder, yang bersumber dari buku, website resmi, dan literatur lainnya. Hasil menunjukkan bahwa teknologi AI dimanfaatkan SM Entertainment untuk membangun universe atau dunia buatan dalam bentuk metaverse dalam proyek SM Culture Universe (SMCU). Ini juga berindikasi terhadap munculnya dampak berupa masyarakat global yang dapat merasakan energi budaya Korea Selatan tanpa harus mengunjungi Korea Selatan.
DIPLOMASI DIGITAL JEPANG DI ERA PANDEMI: STRATEGI PROGRAM BEASISWA MONBUKAGAKUSHO DI INDONESIA (2020–2022) Wulan Suci Intan Auliani; Hermini Susiatiningsih; Anjani Tri Fatharini
Journal of International Relations Diponegoro Vol 10, No 1: (June 2025)
Publisher : International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jirud.v10i1.50772

Abstract

Beasiswa “Monbukagakusho” merupakan program yang digagas Pemerintah Jepang melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi (MEXT) dengan tujuan untuk mencetak mahasiswa internasional berkualitas tinggi, memperkuat kerja sama dengan negara lain, serta membangun citra positif Jepang di bidang pendidikan secara global. Sejak diluncurkan pada tahun 1954, program ini telah menerima ratusan ribu mahasiswa dari berbagai negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi diplomasi digital yang diterapkan Pemerintah Jepang di Indonesia melalui program beasiswa “Monbukagakusho” pada tahun 2020–2022 di masa Covid-19, dengan menggunakan konsep  diplomasi digital Ilan Manor. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan data primer dari wawancara dengan JASSO Indonesia, serta data sekunder dari buku, jurnal, artikel, dan situs web terpercaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah Jepang secara aktif memanfaatkan media digital dan memenuhi strategi diplomasi digital, yaitu engagement dan listening, framing the nation, networked and collaborative approaches to diplomacy, serta consular aid dalam mempromosikan program beasiswa “Monbukagakusho”di Indonesia.