Westernisasi telah menjadi fenomena signifikan yang memengaruhi generasi Z, terutama mahasiswa di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak budaya Barat terhadap nilai-nilai Islam dan budaya lokal mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan untuk mengeksplorasi respons mahasiswa terhadap westernisasi, dengan fokus pada religiusitas, penggunaan media sosial, dan konsumsi budaya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa mahasiswa dengan tingkat religiusitas yang lebih tinggi lebih selektif dalam mengadopsi elemen budaya Barat, sehingga dapat mempertahankan identitas lokal mereka. Media sosial diidentifikasi sebagai saluran utama paparan budaya Barat, yang memengaruhi gaya hidup, preferensi berpakaian, dan pola konsumsi. Penelitian ini menyoroti dampak ganda westernisasi: di satu sisi, mendorong kreativitas dan akses inovasi global, namun di sisi lain, menantang pelestarian budaya lokal dan nilai-nilai Islam. Studi ini merekomendasikan integrasi pendidikan agama dalam kurikulum akademik, penguatan dukungan komunitas dan keluarga, serta pemanfaatan media sosial untuk mempromosikan nilai-nilai Islam dan lokal secara kreatif. Strategi ini bertujuan memberdayakan generasi Z untuk menghadapi modernisasi tanpa kehilangan identitas budaya dan agama mereka. Westernization has emerged as a significant phenomenon influencing Generation Z, particularly university students in Indonesia. This study aims to examine the impact of Western culture on the Islamic and local values of students at Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). A qualitative approach with a descriptive method was employed to explore students' responses to Westernization, focusing on religiosity, social media usage, and cultural consumption. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis. The findings reveal that students with higher religiosity levels demonstrate greater selectivity in adopting Western cultural elements, effectively maintaining their local identity. Social media is identified as the primary channel for exposure to Western culture, affecting lifestyle, clothing preferences, and consumption patterns. This research highlights the dual impact of Westernization: while it fosters creativity and access to global innovation, it also poses challenges to preserving local culture and Islamic values. The study recommends integrating religious education into academic curricula, fostering community and family support, and leveraging social media for promoting Islamic and local values creatively. These strategies aim to empower Generation Z to navigate modernization while retaining their cultural and religious identity.