Perilaku posesif sering menjadi tantangan dalam hubungan romantis, terutama di kalangan mahasiswa, yang berdampak pada kualitas hubungan interpersonal. Meskipun keterbukaan telah dikenal sebagai elemen penting dalam komunikasi interpersonal, perannya dalam mengurangi perilaku posesif belum banyak diteliti secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana keterbukaan dapat mengurangi perilaku posesif dalam hubungan romantis mahasiswa Universitas Djuanda Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, melibatkan lima mahasiswa berusia 18–25 tahun sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi tidak langsung, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, didukung oleh triangulasi untuk validasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan memiliki peran dalam mengatasi berbagai faktor pemicu posesif, seperti ketergantungan emosional, rasa tidak aman, kurangnya kepercayaan, ketakutan tersembunyi, dan pengalaman masa lalu. Keterbukaan membantu pasangan berbagi informasi secara jujur, membangun kepercayaan, dan menciptakan rasa aman dalam hubungan. Meskipun demikian, keterbatasan penelitian ini terletak pada jumlah partisipan yang terbatas dan fokus pada konteks mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam memahami peran keterbukaan dalam komunikasi interpersonal.