Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perlindungan Hukum Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Terhadap Konsumen Pada Pengedaran Obat Tradisional Yang Mengandung Bahan Kimia Obat Maharani Dewi, Rissa; Endah Kusumaningrum, Anggraeni
Qistie Jurnal Ilmu Hukum Vol 17, No 2 (2024): Qistie : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jqi.v17i2.12781

Abstract

Indonesia penggunaan BKO pada obat-obat tradisional sebesar 95% dan terus meningkat tiap. Provinsi Indonesia Kabupaten Ponorogo paling banyak menggunakan bahan-bahan kimia obat pada obat-obat tradisional sebesar tujuh puluh persen. Tujuan penelitian untuk mencari tahu cara perlindungan konsumen terhadap pengedaran obat tradisional yang mengandung bahan-bahan kimia obat. Metodologi penelitian normatif, Perlindungan Hukum Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Terhadap Konsumen Pada Pengedaran Obat Tradisional Yang Mengandung Bahan Kimia Obat dengan cara litigasi dan non-litigasi (mediasi, konsiliasi dan arbitrase).Dalam penerapan perlindungan hukum badan penyelesaian sengketa konsumen belum berjalan dengan baik karena masih banyaknya hambatan antara lain kurang tekad yang tegas untuk menyelesaikan dengan baik, kurang adanya kesepakatan diawal antara pihak satu dan yang lainnya, kurangnya mediator di Indonesia dan juga adanya perbedaan pendapat antar pihak satu dan yang lainnya. Sebaiknya semua hambatan di selesaikan dengan baik seperti harus adanya tekad yang tegas antara pihak satu dan yang lain, harus adanya kesepakatan diawal mau sengketa yang bagaimana dalam menyelesaikan perkara satu dengan yang lain, penambahan mediator di Indonesia dan lebih baik mengikuti kepurusan dari mediator atau hakim atau ketua sengketa dalam menyelesaikan perkara tersebut sehingga penerapnnya bisa berjalan dengan baik dan tidak ada lagi pihak-pihak yang dirugikan serta kedamaian dapat dijalankan sesuai harapan.
Anatomical Therapeutic Chemical / Define Daily Dose antibiotik bronkopneumonia pediatri di RS Roemani Muhammadiyah Maharani Dewi, Rissa; Maprillia , Nanda; Nastiti , Nindita Sari
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 7 Nomor 1 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v7i1.373

Abstract

The increase in repeat hospitalizations after the covid19 pandemic with bronchopneumonia diagnoses in pediatric patients is the first rank. Therapeutic management was associated with the length of hospitalization. Pediatric bronchopneumonia is the case with antibiotic therapy. Current guidelines recommend first-line and alternative options in the management of antibiotic therapy for pneumonia in hospitalized pediatric patients. Empirical broad-spectrum antibiotic therapy for acute infections with consideration of the common etiology of possible pneumococcal involvement The risk of resistance increases with the massive use of antibiotics. The study had an observational descriptive design with retrospective data collection from 280 samples of pediatric patients, aiming to evaluate the use of antibiotics with the ATC/DDD method. Based on empirical selected therapy DDD (Define Daily Dose)/100 patient days, the quantity of antibiotics that are widely used is ceftriaxon 38.36 DDD /100 patient days followed by Cefoperazon sulbactam 3.88 DDD /100 patient days, Cefotaxime 3.77 DDD /100 patient days, Gentamicin 2.57 DDD /100 patient days, Amikacin 1. 70 DDD /100 patient days, Azithromycin 0.76 DDD /100 patient days, Ampicillin Sulbactam 0.50 DDD /100 patient days, Cefixime 0.27 DDD /100 patient days, and Meropenem 0.13 DDD /100 patient days. Drug data included in DU90% are Ceftriaxon, Cefoperzon Sulbactam, Cefotaxime. From the research conducted, the highest DDD/100 patient days value was Ceftriaxon. DDD value indicates high use of antibiotics, does not mean unreasonable use of drugs, so a qualitative review must be done.