Anthon Sattu Pabesak
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Perkawinan Di Bawah Tangan Menurut Hukum Islam Anthon Sattu Pabesak; Yoseph Pasolang
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2024): Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (November 2024 - April 2025)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v5i1.1245

Abstract

This study analyzes underhand marriage from the perspective of Islamic law and Law Number 16 of 2019 concerning Marriage. Underhand marriage refers to a marriage that is carried out in accordance with the terms and conditions of Islamic law but does not fulfill the provisions of official registration. This phenomenon has far-reaching legal implications, including the legal status of the couple, the inheritance rights of children, and the validity of the marriage in the state legal system. Through a descriptive qualitative method, this study reveals that religiously, underhand marriages are considered valid, but under state law, their existence is not recognized without official registration. The results also discuss the importance of registration to guarantee the legal rights of all parties involved.
Peran Badan Pengawas Pemilihan Umum Pada Pemilihan Umum Serentak 2019 Dikelurahan Salobulo Kota Palopo Anthon Sattu Pabesak
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2025): Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (Mei 2025 - Oktober 2025)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v5i2.1314

Abstract

Indonesia adalah merupakan salah satu Negara yang menganut sistem Demokrasi, hal ini ditandai dengan adanya Pemilihan Umum (Pemilu) yang dilakukan untuk memilih wakil-wakil Rakyat yang akan duduk di Lembaga Legislatif dan Eksekutif yang dilakukan setiap lima tahun sekali secara periodik. Undang-undang No. 7 Tahun 2017 menjadi dasar dilaksanakannya Pemilu serentak 2019 dan menjadikan Pemilu paling Kompleks yang belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk mengetahui peran dan tanggungjawab Bawaslu terhadap pelanggaran yang terjadi pada Pemilu serentak 2019 di Kelurahan Salobulo Kota Palopo, serta bagaimana tanggapan masyarakat terhadap kinerja Bawaslu. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Deskriptif adalah salah satu dari beberapa jenis penelitian yang ada dan termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Penelitian Deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnya kondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang telah berlangsung, akibat atau efek yang terjadi, atau tentang kecenderungan yang tengah terjadi. Hasil: Menunjukkan bahwa temuan pelanggaran pada Pemilu serentak 2019 di Kelurahan Salobulo Kota Palopo masih banyak ditemukan, hanya saja semua temuan tersebut telah di selesaikan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku karena Bawaslu bukan hanya bertugas untuk mengawasi semua proses Pemilu tetapi juga sebagai eksekutor. Namun nampaknya Bawaslu masih kurang melakukan sosialisasi kepada Masyarakat tentang pengawasan Partisipatif, sebagaimana moto Bawaslu “Bersama Rakyat Kita Awasi Pemilu Bersama Bawaslu Kita Tegakkan Keadilan Pemilu”. Walaupun Bawaslu telah menyelesaikan semua temuan yang di anggap suatu pelanggaran sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku namun disisi lain masih sangat kurang memberikan sosialisasi kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), RT, dan RW, hal ini dibuktikan masih banyak diantara mereka yang tidak bersifat netral.
TUGAS DAN FUNGSI KEPALA DESA MADANI DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA Anthon Sattu Pabesak; Yoseph Pasolang
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2024): Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (Mei 2024 - Oktober 2024)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to understand the roles and functions of village heads in managing the finances of Madani Village and the factors influencing them. The village, as the lowest administrative unit, plays a strategic role in development and public service provision as stipulated by Law No. 6 of 2014. Public accountability is the main foundation in village governance. This research uses a descriptive analytical method with normative and empirical legal approaches. Data were collected through interviews and documentation studies at the Madani Village Office, Wotu District, East Luwu Regency. The results show that village heads hold significant positions in carrying out governance, development, and community guidance. Financial management in the village faces several issues such as delayed payments and asset management. Improvement efforts are made through monitoring, evaluation, and enhancing financial management practices. Implementing public accountability principles is necessary to improve transparency and the performance of village governance.