Andi Arniyanti
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Post Partum Di Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar Andi Arniyanti; Dian Angraeni
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i1.129

Abstract

United Nations Children’s Fund (UNICEF) pada tahun 2012 hanya 39% bayi di bawah usia 6 bulan yang mendapatkan ASI secara eksklusif di seluruh dunia. Manfaat pijat oksitosin adalah mengurangi bengkak payudara, mengurangi sumbatan ASI, merangsang pelepasan hormon oksitosin, mempertahankan pengeluaran ASI ketika ibu dan bayi sakit, memberikan kenyamanan pada ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum. Penelitian ini adalah penelitian experiment dengan true experiment. Adapun rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Post Test Two Group Desain yaitu membandingkan hasil pada kelompok yang di berikan intervensi dengan kelompok yang tidak diberikan intervensi. Jumlah sampel sebanyak 42 responden dimana pada kelompok experiment sebanyak 21 responden dan kelompok kontrol sebanyak 21 responden dengan teknik pengambilan sampel “purposive sampling” Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kelompok yang diberikan intervensi sebelum dilakukan pijat oksitosin (pre test) terdapat responden yang lancar ASI nya sebanyak 2 orang (4.8%) dan yang tidak lancar ASI nya sebanyak 19 orang (45.2%), kemudian setelah dilakukan pijat oksitosin (post test) terdapat responden yang lancar ASI nya sebanyak 18 orang (42.9%) dan yang tidak lancar ASI nya sebanyak sebanyak 3 orang (7.1%). Hasil uji menggunakan uji wilcoxon diperoleh nilai asymp zig (0,000)< (0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum di rumah sakit ibu dan anak siti fatimah makassar. Simpulan terdapat pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum. Diharapkan bagi ibu yang mengalami ketidaklancaran produksi ASI agar rutin melakukan tindakan pijat oksitosin untuk memperlancar produksi ASI.
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP REDUKSI NYERI ARTHRITIS DI PUSKESMAS PADONGKO KECAMATAN BARRU KABUPATEN BARRU Andi Arniyanti
Jurnal Mitrasehat Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v7i2.225

Abstract

Pada tahun 2013 diseluruh dunia jumlah lanjut usia diperkirakan 500 juta usia rata-rata 60 tahun dan diperkirakan tahun 2025 akan mencapai 1,2 milyar. Penyakit yang sering terjadi pada lansia salah satunya yaitu gangguan persendian seperti arthritis dan di Indonesia, diperkirakan 360.000 orang menderita penyakit ini, salah satu penanganan yang bisa diberikan yaitu senam lansia.Penelitian ini bertujuan untuk melihat Pengaruh Senam Lansia Terhadap Reduksi Nyeri Arthritis Di Puskesmas Padongko Kecamatan Barru Kabupaten Barru.Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain one group Pre-test and Post-test. Dengan Populasi penelitian ini adalah semua lansia yang ada di Puskesmas Padongko Kecamatan Barru Kabupaten Barru dengan jumlah 154 orang dan Sampel dalam penelitian ini adalah semua lansia yang baru mengikuti senam lansia yang memenuhi kriteria dengan jumlah 14 orang dan penelitian ini menggunakan uji statistik uji t.Dari hasil uji statistik uji t didapatkan hasil pemberian perilaku senam lansia dan reduksi nyeri diperoleh nilai signifikansi pada pertemuan pertama nilai p=0,019 < α 0,05 dan pada pertemuan kedua nilai p = 0,000 < α 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh senam lansia terhadap reduksi nyeri arthritis.Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ada pengaruh senam lansia terhadap reduksi nyeri arthritis di Puskesmas Padongko Kecamatan Barru Kabupaten Barru. Kepada lansia yang menderita arthritis dapat melakukan senam lansia untuk penunurunan sensasi nyeri dan kepada peneliti selanjutnya yang berminat untuk meneliti tentang pengaruh senam lansia terhadap reduksi nyeri arthritis diharapkan lebih memperdalam penelitian untuk memperoleh hasil yang lebih memuaskan.
Efektivitas Terapi Slow Deep Breathing Terhadap Kecemasan Anak Leukemia Yang Menjalani Kemoterapi Andi Arniyanti; Nahwaria
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i2.239

Abstract

Pendahuluan: Pada tahun 2012 terdapat 14.067.894 kasus baru data ini di peroleh dari GLOBOCAN, International Agency For Research on Cancer (IARC), kemudian menurut Riset Kesehatan Dasar (2013) Indonesia, prevalensi kanker pada anak umur 0-14 tahun sebanyak 16.291 kasus. Berdasarkan data prevalensi Leukimia di Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2017 meningkat menjadi 67 kasus. Metode: Penelitian ini mengeksplorasi bukti kuantitatif yang diterbitkan dalam database elektronik seperti Pubmed, dan Google Scholar. Dengan menggunakan strategi pencarian menggunakan rentang waktu 2015 sampai 2020 serta mengidentifikasi artikel yang berpotensi dan relevan dengan tujuan penelitian, sehingga didapatkan 1 artikel untuk diriview. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan signifikan antara Pre-test and Post-test reponden yang diberikan terapi Slow Deep Breathing dengan hasil p value 0.001. Kesimpulan: Hasil menunjukkan bahwa bahwa program slow deep breathing terbukti efektif dapat menurunkan kecemasan pada pasien kemoterapi. Saran: Sebagaimana yang telah dibahas pada hasil penelitian, artikel ini masih perlu banyak penyempurnaan. Maka dari itu diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar mampu menyempurnakan kekurangan dari artikel dengan mencantumkan berapa lama durasi terapi Slow Deep Breathing dilakukan dalam sehari, persiapan, dan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan selama pemberian terapi ini sehingga suatu saat dapat dijadikan sebagai acuan dalam penelitian lain.