Syarah Wahyuni Syamsir
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERILAKU KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI LIMA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KABUPATEN MAROS Syarah Wahyuni Syamsir
Jurnal Mitrasehat Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v6i1.172

Abstract

Perilaku kesehatan reproduksi remaja saat ini cenderung kurang mendukung terciptanya remaja berkualitas. Angka aborsi di kalangan remaja saat ini diperkirakan sekitar 700 - 800 ribu kasus pertahun, perempuan usia 15 – 19 tahun yang telah menjadi ibu mencapai 10 %. Proporsi remaja di daerah pedesaan yang sudah mengandung dua kali lebih tinggi dari remaja di perkotaan, perempuan yang kurang berpendidikan cenderung mulai mengandung pada usia lebih muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku tentang kesehatan reproduksi pada remaja putri di SMAN 3, 4, 6, 8 dan 9 Maros. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri yang berusia 13-15 tahun kelas X di lima SMAN diketahui jumlah remaja putri sebanyak 600 orang. Pengolahan data menggunakan program komputer dan analisis data pada penelitian ini adalah univariat. Kesimpulan dari hasil penelitian diperoleh bahwa gambaran pengetahuan remaja putri di lima sekolah Kabupaten Maros (SMAN 3, SMAN 4, SMAN 6 Bontoa, SMAN 8 Mandai dan SMAN 9 Marusu) seluruhnya memiliki yang baik mengenai kesehatan reproduksi pada remaja putri sebanyak 600 orang (100%), sebagian besar memiliki sikap yang baik mengenai kesehatan reproduksi pada remaja putri sebanyak 373 orang (62,2%), dan sebagian besar remaja putri memiliki praktek yang baik sebanyak 471 orang (78,5%). Disarankan dengan adanya penelitian ini, pihak sekolah dapat lebih memperhatikan para siswa dan siswi khususnya pada pendidikan reproduksi remaja. Dengan diadakannya kelas terbuka yang beranggotakan para siswa dan siswi ini agar dapat mempelajari lebih dalam mengenai kesehatan reproduksi remaja seperti organisasi KRR.
DROP OUT IMUNISASI TETANUS TOXOID PADA IBU HAMIL (Studi Analitik Di Puskesmas Pekkae Kabupaten Barru) Syarah Wahyuni Syamsir
Jurnal Mitrasehat Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v7i2.224

Abstract

Tetanus neonatarom yang terjadi pada bayi disebabkan adanya infeksi melalui tali pusat. Penyakit ini disebabkan karena clostridium tetani yang bersifat anaerob dimana kuman tersebut berkembang tanpa adanya oksigen. Tetanus pada bayi ini dapat disebabkan karena tindakan pemotongan tali pusat yang kurang steril, untuk penyakit ini masa inkubasinya antara 5-14 hari.Angka Kematian Bayi (AKB) disebabkan oleh tetanus neonatorum di Indonesia masih tinggi pada tahun 2013, dilaporkan terdapat 78 kasus Tetanus Neonatorum dengan jumlah meninggal 42 kasus. Dengan demikian, Case Fatality Rate (CFR) Tetanus Neonatorum pada tahun 2013 sebesar 53,8%, meningkat dibandingkan tahun 2012 yang sebesar 49,6%. Kasus yang meninggal tersebut dilaporkan dari 11 provinsi. (Depkes RI, 2014). Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor determinan drop out imunisasi Tetanus Toxoid (TT) ibu hamil di Puskesmas Pekkae Kabupaten Barru.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study, Yaitu suatu rancangan yang mengkaji hubungan variable independen (petahuan, akses pelayanan kesehatan, efek samping, dukungan keluarga, dan paritas) dengan variabel dependen (drop out imunisasi tetanus toxoid ibu hamil).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada hubungan antara pengetahuan dengan drop out imunisasi TT ibu hamil, Ada hubungan antara akses pelayanan kesehatan dengan drop out imunisasi TT ibu hamil, Ada hubungan antara efek samping dengan drop out imunisasi TT ibu hamil, Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan drop out imunisasi TT ibu hamil, Ada hubungan antara paritas dengan drop out imunisasi TT ibu hamil.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara pengetahuan, akses pelayanan kesehatan, efek samping, dan paritas dengan droup out imunisasi TT ibu Hamil. Disarankan perlunya peningkatan pengetahuan ibu akan informasi kesehatan khususnya imunisasi baik yang dilakukan oleh kader kesehatan ataupun petugas kesehatan, diharapkan kepada petugas kesehatan memberikan pelayanan sayang ibu agar pada saat imunisasi ibu tidak terlalu merasakan efek samping dari pemberian imunisasi Tetanus Toxoid (TT), dan diharapkan kepada ibu hamil yang sudah berpengalaman melahirkan agar tetap mendapatkan imunisasi TT agar dapat terhindar dari penyakit tetanus dan bagi anaknya tidak menderita tetanus neonatorum.