Guru berperan penting untuk membantu siswa dalam membentuk sikap positif, menumbuhkan semangat ingin tahu, mendorong siswa untuk bersikap kritis dalam menyelesaikan masalah dan melatih siswa untuk mengelola emosionalnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan siswa untuk mengelola emosionalnya berdampak besar pada kualitas belajar mereka, serta sikap sosial mereka baik di sekolah maupun di rumah. Tujuan Penelitian ini adalah (1) mengetahui bagaimana peran guru Qur’an hadits dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa dan (2) mengetahui apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat guru dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yakni dengan mengumpulkan data dan informasi, berbentuk dokumentasi kegiatan yang dilakukan siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Ponorogo, peneliti juga melaksanakan wawancara kepada guru Qur’an hadits dan beberapa siswa serta melakukan pengamatan langsung terhadap kegiatan siswa MTSN 4 Ponorogo. Metode analisis data sesuai dengan langkah-langkah Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini sebagai berikut (1) Guru berperan sebagai pendidik, motivator dan fasilitator dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa melalui guru menjadi teladan bagi siswa, guru memberikan edukasi pentingnya kecerdasan emosional, guru melakukan pembiasaan dan guru memberikan hukuman bagi siswa yang melanggar aturan agar siswa mengubah sikapnya. (3) Faktor pendukung dalam meningkatkan kecerdasan emosional adalah pola asuh orangtua yang baik, penggunaan media sosial yang terarah dan fasilitas sekolah yang memadai sedangkan faktor penghambatnya adalah pola asuh orangtua yang salah, penggunaan media sosial yang tidak terarah dan motivasi belajar siswa.