Dampak yang timbul akibat tidak dilakukannya peran perawat sebagai edukator yaitu pasien tidak memiliki pengetahuan tentang penyakit diabetes melitus dan apabila kurangnya pengetahuan tidak diatasi dengan baik akan menimbulkan ketidaktahuan pasien dalam merawat pasien diabetes melitus seperti ketidakpatuhan pasien minum obat, pengecekan gula darah, nutrisi yang dapat dikonsumsi. Hal-hal demikian akan menjadi penyebab meningkatnya resiko komplikasi, memanjangnya hari rawat sampai ke kematian. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan peran perawat sebagai edukator dengan perawatan diri pada pasien diabetes melitus di RS Bhayangkara Brimob Tahun 2024. Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan merupakan studi cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah Teknik purposive samplig sejumlah 120 orang dari ruang rawat inap lantai 3. sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 orang dengan menggunakan teknik rumus Slovin dalam pengambilan sampel. Analisis data menggunakan metode Chi Square. Berdasarkan hasil penelitian peran perawat sebagai edukator deng perawatan diri pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob dinilai masih kurang. Hasil uji statistik Ada hubungan peran perawat sebagai edukator dengan perawatan diri pada pasien diabetes melitus di RS Bhayangkara Brimob Tahun 2024 dengan nilai P value = 0,002 dan OR 6,609. Kesimpulan ada hubungan peran perawat sebagai edukator dengan perawatan diri pada pasien diabetes melitus di RS Bhayangkara Brimob Tahun 2024. Saran Bagi manajemen untuk memberikan pelatihan tersertifikasi bagi perawat agar dapat memberikan edukasi pada pasien diabetes melitus agar dapat melakukan perawatan diri setelah post rawat inap.