Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya bertahan hidup lansia terlantar di kota Bengkulu Turohma, Nadia; Pramudyasmono, Hajar Gelis; Himawati, Ika Pasca
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 10, No 2 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202424944

Abstract

Penelitian ini menganalisis upaya bertahan hidup lansia terlantar di Kota Bengkulu, yang menghadapi tantangan signifikan dalam aspek ekonomi, kesehatan, dan sosial. Lansia terlantar seringkali tidak memiliki dukungan keluarga atau komunitas, sehingga harus mengandalkan pekerjaan informal seperti mengemis atau memulung, meski penghasilannya sangat terbatas. Bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), tidak sepenuhnya mencukupi kebutuhan dasar mereka. Kesehatan menjadi hambatan besar, dengan akses yang minimal terhadap layanan medis akibat keterbatasan ekonomi dan kurangnya pendampingan. Secara sosial, sebagian lansia membangun hubungan dengan tetangga sebagai sumber dukungan emosional dan material, namun banyak juga yang mengisolasi diri karena rasa malu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode wawancara semi-terstruktur dan observasi non-partisipan terhadap tiga informan lansia terlantar di Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bertahan hidup mencakup adaptasi yang kreatif, meskipun belum mampu mengatasi keterbatasan yang ada. Kesimpulannya, diperlukan kebijakan yang lebih terintegrasi, seperti pelatihan kerja ringan, program kesehatan berbasis komunitas, dan penguatan solidaritas sosial untuk meningkatkan kesejahteraan lansia terlantar. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pemerintah untuk menciptakan kebijakan yang lebih inklusif demi mendukung kualitas hidup lansia.
Upaya bertahan hidup lansia terlantar di kota Bengkulu Turohma, Nadia; Pramudyasmono, Hajar Gelis; Himawati, Ika Pasca
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202424944

Abstract

Penelitian ini menganalisis upaya bertahan hidup lansia terlantar di Kota Bengkulu, yang menghadapi tantangan signifikan dalam aspek ekonomi, kesehatan, dan sosial. Lansia terlantar seringkali tidak memiliki dukungan keluarga atau komunitas, sehingga harus mengandalkan pekerjaan informal seperti mengemis atau memulung, meski penghasilannya sangat terbatas. Bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), tidak sepenuhnya mencukupi kebutuhan dasar mereka. Kesehatan menjadi hambatan besar, dengan akses yang minimal terhadap layanan medis akibat keterbatasan ekonomi dan kurangnya pendampingan. Secara sosial, sebagian lansia membangun hubungan dengan tetangga sebagai sumber dukungan emosional dan material, namun banyak juga yang mengisolasi diri karena rasa malu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode wawancara semi-terstruktur dan observasi non-partisipan terhadap tiga informan lansia terlantar di Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bertahan hidup mencakup adaptasi yang kreatif, meskipun belum mampu mengatasi keterbatasan yang ada. Kesimpulannya, diperlukan kebijakan yang lebih terintegrasi, seperti pelatihan kerja ringan, program kesehatan berbasis komunitas, dan penguatan solidaritas sosial untuk meningkatkan kesejahteraan lansia terlantar. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pemerintah untuk menciptakan kebijakan yang lebih inklusif demi mendukung kualitas hidup lansia.
Pendampingan WALHI Terhadap Kelompok Perempuan Beremis dalam Menolak Tambang Pasir Besi di Desa Pasar Seluma Febriyanti, Bella; Pramudyasmono, Hajar Gelis; Himawati, Ika Pasca
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 1 (2026): Article in Press
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v9i1.5155

Abstract

This research is motivated by social and ecological conflicts resulting from the planned iron sand mining by PT Faminglevto Bakti Abadi (FBA) in Pasar Seluma Village, Bengkulu, which threatens the coastal ecosystem and the livelihoods of the community, particularly the women's mussel collectors. This study aims to analyze the assistance provided by the Indonesian Forum for the Environment (WALHI) Bengkulu to the Women's Group of Mussel Collectors in rejecting iron sand mining activities. This study uses qualitative methods with data collection techniques through non-participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis is carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on conflict theory and a structural functional perspective, WALHI Bengkulu's assistance is understood as a form of social resistance against the dominance of capital interests as well as a mechanism for strengthening the role and collective solidarity of coastal communities. The results show that WALHI Bengkulu's assistance plays an important role in strengthening the critical awareness, organizational capacity, and bargaining power of the women's group of mussel collectors. Forms of assistance include environmental education, legal advocacy, public campaigns, demonstrations, audiences with the government, and alternative economic development. This study concludes that WALHI Bengkulu's assistance contributed significantly to strengthening the collective resistance of coastal women as well as efforts to protect coastal ecosystems and achieve social and environmental justice in Pasar Seluma Village.