Program PRIMADONA BERDAYA yang diinisiasi oleh PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Balongan di Desa Sliyeg Lor, Indramayu, berupaya mengintegrasikan pertanian dengan pengelolaan sampah sebagai strategi inovatif untuk pembangunan berkelanjutan pada tataran komunitas akar rumput. Melalui inisiatif SITOPANG (pengelolahan limbah organik rumah tangga menjadi kompos), BIONA (bioaktivator untuk mengendalikan bau dan mempercepat proses pengomposan), Suryaplas (pengolahan limbah plastik menjadi furnitur), dan rumah burung hantu dari limbah plastik untuk mengontrol hama dan mendaur ulang sampah, program ini mampu mengimplementasikan kerangka sustainable waste management. Hal ini tercermin dalam lima aspek yang berhasil dicapai oleh program, yaitu reduce, reuse, recycle, initiatives, waste categorization, technology, dan policy & governance. Melalui pendekatan ini, program melakukan perbaikan pada masalah lingkungan, terutama masalah sampah yang menahun, sekaligus meningkatkan pendapatan mayarakat dan penguatan kohesi sosial melalui pengelolaan sampah yang menghasilkan jejaring ekonomi yang menguntungkan masyarakat. Integrasi pengelolaan sampah dengan sektor ekonomi warga merupakan bentuk implementasi circular economy yang menutup rantai produksi dengan mengubah sampah menjadi sumber daya baru yang bernilai. Melihat potensinya dalam memanufaktur pengelolaan sampah menjadi bentuk circular economy yang dapat berjalan di dalam komunitas, program PRIMADONA BERDAYA berpotensi diaplikasikan ke daerah lain di Indonesia melalaui kontekstualisasi ulang sebagai program pengelolahan sampah dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.