Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

APPLICATION OF CLIMATE SMART AGRICULTURE IN THE IMPLEMENTATION OF THE PRIMADONA PROGRAM (SUSTAINABLE INNOVATIVE INDEPENDENT MANGO FARMING): PENERAPAN CLIMATE SMART AGRICULTURE DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM PRIMADONA (PERTANIAN MANGGA MANDIRI INOVATIF BERKELANJUTAN) Adinda Aulia Nur Afifah; Riezqi Fajar; Arfianto Trisnawan
Progress In Social Development Vol. 5 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v5i2.89

Abstract

Perubahan iklim berpengaruh terhadap pergeseran musim menjadi salah satu faktor menurunnya produktivitas pertanian mangga. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Program PRIMADONA (Pertanian Mangga Mandiri Inovatif Berkelanjutan) binaan PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Balongan melalui pendekatan Climate Smart Agriculture. Program PRIMADONA merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Balongan dalam bidang pemberdayaan petani mangga di Desa Sliyeg Lor, Indramayu dengan fokus kegiatan pengembahan pertanian mangga tahan iklim. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun data yang dipakai menggunakan data primer dan sekunder yang bersumber dari wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Program PRIMADONA telah menerapkan prinsip pendekatan Climate Smart Agriculture yakni 1) meningkatkan produktivitas pertanian; 2) adaptasi untuk membangun ketahanan terhadap perubahan iklim; 3) mengurangi gas rumah kaca (GRK). PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Balongan berupaya meningkatkan produktivitas pertanian melalui metode tumpangsari, budidaya mangga di dalam greenhouse serta pengelolaan pasca panen melalui pengolahan produk turunan mangga. Upaya adaptasi dan mitigasi untuk membangun ketahanan perubahan iklim dalam Program PRIMADONA diimplementasikan melalui pengembangan smart greenhouse berbasis Internet of Things (IoT). Pengurangan sumbangan gas rumah kaca dilakukan dengan penggunaan pupuk organik dalam budidaya mangga serta penerapan zero waste dalam pengelolaan limbah pertanian. Keterlibatan kelompok sosial masyarakat, pelibatan wanita, lansia dan petani milenial turut menjadi elemen penting dalam pelaksanaan skema kegiatan Program PRIMADONA.
DARI MANGGA KE KEBERLANJUTAN: IMPLEMENTASI PROGRAM PRIMADONA BERDAYA DALAM MENCIPTAKAN CIRCULAR ECONOMY DI DESA SRIYEG LOR, INDRAMAYU MELALUI INTEGRASI PENGELOLAAN SAMPAH DAN PERTANIAN BERKELANJUTAN Yhova Muliana; Afiana Muslikhah; Riezqi Fajar
Learning Society: Jurnal CSR, Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ls.v6i2.5759

Abstract

Program PRIMADONA BERDAYA yang diinisiasi oleh PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Balongan di Desa Sliyeg Lor, Indramayu, berupaya mengintegrasikan pertanian dengan pengelolaan sampah sebagai strategi inovatif untuk pembangunan berkelanjutan pada tataran komunitas akar rumput. Melalui inisiatif SITOPANG (pengelolahan limbah organik rumah tangga menjadi kompos), BIONA (bioaktivator untuk mengendalikan bau dan mempercepat proses pengomposan), Suryaplas (pengolahan limbah plastik menjadi furnitur), dan rumah burung hantu dari limbah plastik untuk mengontrol hama dan mendaur ulang sampah, program ini mampu mengimplementasikan kerangka sustainable waste management. Hal ini tercermin dalam lima aspek yang berhasil dicapai oleh program, yaitu reduce, reuse, recycle, initiatives, waste categorization, technology, dan policy & governance. Melalui pendekatan ini, program melakukan perbaikan pada masalah lingkungan, terutama masalah sampah yang menahun, sekaligus meningkatkan pendapatan mayarakat dan penguatan kohesi sosial melalui pengelolaan sampah yang menghasilkan jejaring ekonomi yang menguntungkan masyarakat. Integrasi pengelolaan sampah dengan sektor ekonomi warga merupakan bentuk implementasi circular economy yang menutup rantai produksi dengan mengubah sampah menjadi sumber daya baru yang bernilai. Melihat potensinya dalam memanufaktur pengelolaan sampah menjadi bentuk circular economy yang dapat berjalan di dalam komunitas, program PRIMADONA BERDAYA berpotensi diaplikasikan ke daerah lain di Indonesia melalaui kontekstualisasi ulang sebagai program pengelolahan sampah dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.