Peran Corporate Social Responsibility (CSR) dalam program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan budidaya lebah Trigona (Lebah Kelulut) di Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada. Keanekaragaman hayati hutan tropis di Indonesia, termasuk hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan komoditas hutan yang kurang dihargai, terabaikan, atau komoditas hutan kecil, memainkan peran penting dalam mata pencaharian masyarakat sekitar hutan. Salah satunya adalah di Desa Tanah Datar, Kutai Kartanegara yang menjadi lokasi beroperasinya PT Pertamina EP Sanggatta Field – Lapangan Semberah. Kawasan hutan yang berada disekitar wilayah ini merupakan habitat yang menyediakan sumber pakan bagi lebah madu kelulut atau trigona. Lebah madu, khususnya lebah kelulut dapat dikategorikan sebagai hasil hutan bukan kayu yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Hal inilah yang coba untuk dikembangkan oleh PT Pertamina EP Sanggatta Field – Lapangan Semberah melalui Program CSR Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan oleh Perusahaan dalam melakukan pemberdayaan Masyarakat berbasis potensi lokasi di Desa Tanah Datar. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif melalui analisis dokumen yang dimiliki oleh perusahaan. Adapun program CSR Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) ini telah memberikan dampak yang nyata bagi Masyarakat wilayah Desa Tanah Datar berupa meningkatkan perekonomian penerima manfaat karena hasil panen madu bernilai ekonomis. Dari segi sosial, berbagai kegiatan yang ada meningkatkan interaksi sosial dan menumbuhkan kohesi sosial yang erat antar penerima manfaat. Sedangkan dari aspek lingkungan, sistem budidaya lebah madu kelulut ini membutuhkan bunga sebagai penghasil polen untuk makanan secara tidak langsung menciptakan vegetasi yang bermanfaat bagi lingkungan.