Pemeliharaan kapal perang merupakan aspek krusial dalam memastikan kesiapan dan keandalan operasional angkatan laut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dua pendekatan pemeliharaan utama, yaitu pemeliharaan terjadwal (scheduled maintenance) dan pemeliharaan prediktif (predictive maintenance), dalam konteks kapal perang. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis data historis, simulasi pemeliharaan, serta wawancara dengan personel pemeliharaan dan manajemen kapal perang. Pemeliharaan terjadwal adalah metode konvensional yang berdasarkan pada interval waktu atau penggunaan, sementara pemeliharaan prediktif menggunakan data real-time dan analisis kondisi untuk menentukan kebutuhan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan prediktif memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pemeliharaan terjadwal, termasuk pengurangan downtime, efisiensi biaya, dan peningkatan keandalan sistem. Analisis data mengindikasikan bahwa kapal perang yang menerapkan pemeliharaan prediktif mengalami lebih sedikit kegagalan tak terduga dan memiliki tingkat kesiapan yang lebih tinggi. Namun, implementasi pemeliharaan prediktif membutuhkan investasi awal yang signifikan dalam teknologi dan pelatihan, serta pengembangan sistem monitoring dan analisis yang canggih. Sementara itu, pemeliharaan terjadwal, meskipun kurang efisien, lebih mudah diimplementasikan dan memerlukan biaya awal yang lebih rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun pemeliharaan prediktif menawarkan manfaat jangka panjang yang lebih besar, pemilihan metode pemeliharaan harus mempertimbangkan kondisi spesifik dan kapasitas sumber daya masing-masing armada kapal perang.