This Author published in this journals
All Journal Jurnal Infomanpro
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

an ANALYSIS OF FACTORS CAUSING DELAYS IN REGIONAL SCALE PROJECTS USING THE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) APPROACH: ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK SKALA KAWASAN DENGAN PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) WAHYU HANIFAH, NOVIA
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 13 No 2 (2024): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v13i2.11108

Abstract

Abstrak Masalah yang sering terjadi dalam suatu proyek pembangunan adalah masalah keterlambatan atau delay. Ada berbagai sebab keterlambatan proyek yang berbeda-beda pada sektor yang ada. Mengetahui penyebab keterlambatan proyek merupakan suatu hal yang sangat penting agar dapat diminimalkan serta dicegah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan pembangunan skala kawasan Teko Kalingrowo serta untuk mengetahui bagaimana dampak faktor- faktor penyebab keterlambatan pembangunan skala kawasan Teko Kalingrowo . Paada penelitian ini data dikumpulkan dengan metode survei, penyebaran kuisioner dan wawancara langsung terhadap responden ahli yang terdiri dari kontraktor,konsultan dan pihak lain yang terlibat didalam proyek. Pengolahan data ini menggunakan kurva S untuk mengetahui apa saja pekerjaan yang mengalami penurunan pada tahap pelaksanaan kemudian variabel yang ditemukan dikelompokkan dengan diagram fishbone. Kemudian analisis dilakukan dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Adanya keterlambatan dari hasil evaluasi terhadap presentase perencanaan dan realisasi di kurva S maka untuk mencari faktor penyebab keterlambatan tersebut dilakukanlah analisis menggunakan metode AHP dengan hasil semua fariabel memiliki pengaruh pada keterlambatan proyek namun adda faktor yang utama yaitu sebagai berikut, faktor kurangnya tenaga kerja mempunyai nilai bobot 0,12688, kedua factor situasi keuangan pada saat proyek dilaksanakan turun nilai ,09002, ketiga faktor social budaya nilai bobot 0,08274, keempat faktor perubahan rencana kerja mempunyai nilai bobot 0,0812 dan yang kelima yaitu kenaikan harga material nilai bobot 0,07335.