Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Biodiesel Production from Waste Cooking Oil via Interesterification Reaction: Effects of Cajuput Oil Biocatalyst Concentration and Reaction Time Briliant Saphira Wardhani; Malikha Syamsi; Elvianto Dwi Daryono; Jimmy Jimmy
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 10 No 1 (2026): G-Tech, Vol. 10 No. 1 January 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/g-tech.v10i1.9011

Abstract

Interesterification processes using homogeneous or heterogeneous catalysts generally require additional separation steps, reducing efficiency and increasing operational costs. Cajuput oil, whose main active compound is 1,8-cineole, contains aromatic functional groups that show potential as a biocatalyst and can be applied without a separation step at the end of the reaction, thereby improving process efficiency. This study aims to determine the optimum conditions for the interesterification of waste cooking oil based on cajuput oil biocatalyst concentration and reaction time. Waste cooking oil, methyl acetate, and cajuput oil biocatalyst at concentrations of 0.5–1.5% were reacted in a two-neck round-bottom flask reactor at 60°C, a stirring speed of 300 rpm, an oil-to-methyl acetate molar ratio of 1:6, and reaction times ranging from 20 to 100 min. After the reaction, unreacted methyl acetate was removed by distillation, and the residue was characterized as the final product. The optimum conditions were achieved at a biocatalyst concentration of 1% and a reaction time of 60 min, producing a crude yield of 78.80%, an acid value of 0.45 mg KOH/g, a density of 0.88 g/mL, and a viscosity of 2.94 cSt, which comply with SNI 7182:2015, along with a FAME concentration of 19,406.50 mg/L. The novelty of this research lies in the biodiesel production process that eliminates the separation of the by-product triacetin and the cajuput oil biocatalyst, as both function as bio-additives in the biodiesel. Consequently, the process becomes simpler and more efficient, without requiring lengthy or complex processing steps.
Pengembangan Produk Kerajinan Keramik Memanfaatkan Material Alternatif Berbasis Limbah Plastik Dan Sekam Padi Komang Astana Widi; Elvianto Dwi Daryono; Arif Kurniawan; Nyoman Sudiasa
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v11i2.8652

Abstract

Fokus abdimas ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan UMKM keramik di daerah Dinoyo Kota Malang dalam memanfaatkan metrial alternatif dalam menghasilkan produk keramik. Abdimas ini berkolaborasi dengan Cindera Mata Keramik. Sasaran kegiatan ini adalah mitra unit usaha di daerah Dinoyo yang memiliki produk atau komoditas kerajinan keramik yang perlu dikembangkan. Permasalahan mitra saat ini adalah mahalnya biaya proses terutama gas dan bahan keramik yang sulit didaur ulang. Solusi penggunaan bahan baku alternative berbasis limbah sangat sesuai karena biaya manufaktur yang murah dan dapat didaur ulang, dimana sangat sesuai dengan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh pengusul abdimas. Secara SDM, pelatihan pemanfaatan material baru sebagai bahan alternatif memanfaatkan limbah sangat tepat dilakukan di UMKM keramik. Meskipun demikian, pengembangan kearah produksi masal masih terkendala pada teknologi yang ada. Sarana pengujian produk yang tersedia di ITN Malang dalam mendukung kegiatan program abdimas diantaranya alat uji kekuatan impak untuk mengetahui ketangguhan bahan. Disamping itu, tersedia juga alat uji pengamatan cacat produk diantaranya struktur makro.