Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Bercampurnya Minyak Lumas Rocker Arm dengan Bahan Bakar Pada Auxiliary Engine Daihatsu 6DL-20 di MV. Lady Cedros Zai, Marianus Malyuditius; Ali Muktar Sitompul; Manungku Trinata Pramudhita
Indonesian Journal of Marine Engineering Vol 2 No 1 (2025): February
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/ijme.v2i1.788

Abstract

Auxiliary engine merupakan mesin bantu yang digunakan untuk menghasilkan energi listrik pada sebuah kapal. Salah satu faktor yang mendukung auxiliary engine berjalan dengan lancar adalah pelumasan. Pelumasan rocker arm pada auxiliary engine jenis Daihatsu 6DL-20 terpisah dengan pelumasan utama. Pada tanggal 20 Januari 2023, MV. Lady Cedros mengalami insiden yang melibatkan auxiliary engine nomor 2, dimana minyak lumas rocker arm terindikasi bercampur dengan bahan bakar pada saat pengoperasian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang menyebabkan minyak lumas rocker arm bercampur dengan bahan bakar, dampak yang diakibatkan oleh penyebab masalah, serta upaya apa yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data diperoleh dalam bentuk data sekunder dan primer dengan teknik pengumpulan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan RCA (Root Cause Analysis) dengan metode 5 why untuk akar permasalahan. Dalam penelitian ini diketahui bahwa bercampurnya minyak lumas rocker arm dengan bahan bakar pada auxiliary engine Daihatsu 6DL-20 disebabkan oleh inlet connector yang kendur, dan o-ring pada bagian eye bolt injektor rusak. Dampak yang diakibatkan oleh penyebab dari permasalahan ini adalah munculnya celah yang meloloskan bahan bakar pada bagian inlet connector, serta o-ring pada eye bolt injektor tidak mampu menahan tekanan bahan bakar. Upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut dilakukan dengan mengencangkan inlet connector yang kendur serta mengganti o-ring yang rusak pada bagian eye bolt injektor. Sebaiknya dilakukan pengecekan kembali setelah mengaplikasikan injektor serta memperhatikan komponen injektor yang sudah tidak layak pakai agar dilakukan pergantian untuk mencegah terjadinya permasalahan serupa.
Penanganan Marine Growth Prevention System Guna Memperlambat Laju Korosi Pada Sistem Pipa Pendingin Air Laut di MT. Gas Dream Maulana Nurdin , Muaffak Salam; Ali Muktar Sitompul; Pritha Kurniasih
Indonesian Journal of Marine Engineering Vol 1 No 2 (2024): August
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/ijme.v1i2.781

Abstract

The Marine Growth Prevention System (MGPS) is a crucial ship system that prevents the growth of marine organisms, which can cause corrosion to the structure. Marine growth can also narrow pipe diameters, increase pressure, and damage exposed structures if not properly managed. Identifying delays in seawater flow from the MGPS is key to maintaining the integrity of the seawater cooling system on the MT. Gas Dream. This study used qualitative methods. Data analysis and information processing from various sources such as observations, interviews, and case studies. By grouping and selecting data, significant elements are determined to be used as the basis for investigation. The results of the analysis are evaluated to obtain easy-to-understand conclusions. This study used the Root Cause Analysis method with tree diagrams for triangulation of data sources and information validation. This study aims to determine the causes and efforts of the slow flow of seawater coming out of MGPS. The results showed that the cause of the slow flow of seawater coming out of MGPS was because the reaction tank was dirty, the electrodes were full of crystals, the MGPS exit pipe was dirty, and the injection nozzle was blocked. The presence of obstacles such as mud and marine life can affect the slow flow of seawater, leading to the sea chest. In addition, the buildup of crystals on the electrodes can affect the electrolysis process which can cause marine life to grow. Therefore, routine checking and cleaning of MGPS components such as tanks, electrodes, MGPS pipes is the key in minimizing the risk of slow flow of seawater coming out of MGPS. To maintain MGPS performance, checking at least once a month on each MGPS component must be carried out to prevent the slow flow of seawater coming out of MGPS. Marine Growth Prevention System (MGPS) adalah sistem penting dalam kapal yang mencegah pertumbuhan biota laut yang dapat menyebabkan korosi pada struktur. Pertumbuhan biota laut juga dapat menyempitkan diameter pipa, meningkatkan tekanan, dan merusak struktur bangunan yang terpapar langsung dengan air laut tanpa penanganan yang tepat. Identifikasi keterlambatan aliran air laut dari MGPS menjadi kunci untuk menjaga integritas sistem pendingin air laut di MT. Gas Dream. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Analisis data dan pengolahan informasi dari berbagai sumber seperti observasi, wawancara, dan studi kasus. Melalui pengelompokkan dan seleksi data, elemen yang signifikan ditentukan untuk digunakan sebagai dasar penyelidikan. Hasil analisis dievaluasi untuk mendapatkan kesimpulan yang mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan metode Root Cause Analysis dengan tree diagram untuk triangulasi sumber data dan validasi informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab dan upaya lambatnya aliran air laut yang keluar dari MGPS. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab lambatnya aliran air laut yang keluar dari MGPS karena reaction tank kotor, elektroda penuh dengan kristal, pipa out MGPS kotor, dan injection nozzle tersumbat. Adanya hambatan seperti lumpur dan biota laut dapat mempengaruhi lambatnya aliran air laut yang menuju ke sea chest. Selain itu, penumpukan kristal pada elektroda dapat mempengaruhi proses elektrolisis yang dapat menyebabkan biota laut dapat tumbuh. Oleh karena itu, pengecekan serta pembersihan yang rutin pada komponen MGPS seperti tank, elektroda, pipa MGPS menjadi kunci dalam meminimalisir resiko lambatnya aliran air laut yang keluar dari MGPS. Untuk mempertahankan performa MGPS, pengecekan minimal satu bulan sekali pada setiap komponen MGPS harus dilakukan agar mencegah terjadinya lambatnya aliran air laut yang keluar dari MGPS.