Sexual harassment against adolescents with special needs is a critical issue that demands focused attention through the implementation of effective educational strategies to prevent and protect them from heightened risks due to communication and comprehension limitations. This study aims to assess the effectiveness of educational strategies designed to prevent sexual harassment in this vulnerable group, while also identifying the challenges and adjustments required for their successful implementation. Using a qualitative approach based on a comprehensive literature review, the findings indicate that many educational strategies are still ineffective and fail to adequately address the specific needs of adolescents with cognitive and sensory impairments. Key challenges include accessibility barriers and insufficient resources, whereas necessary adjustments involve incorporating assistive technologies and developing more inclusive educational models. The study highlights the urgent need for updated child protection policies and the creation of adaptive educational frameworks that better respond to the unique needs of adolescents with special requirements. Pelecehan seksual terhadap remaja berkebutuhan khusus merupakan isu serius yang membutuhkan perhatian khusus melalui pengembangan strategi edukasi yang efektif untuk mencegah dan melindungi mereka dari risiko lebih tinggi akibat keterbatasan komunikasi dan pemahaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas strategi edukasi yang diterapkan dalam pencegahan pelecehan seksual pada kelompok ini sekaligus mengidentifikasi tantangan dan penyesuaian yang diperlukan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak strategi edukasi masih kurang efektif dan belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan spesifik remaja dengan gangguan kognitif dan sensorik. Tantangan utama meliputi hambatan aksesibilitas dan keterbatasan sumber daya, sedangkan penyesuaian yang diperlukan mencakup penggunaan teknologi asistif serta pengembangan model edukasi yang lebih inklusif. Implikasi dari penelitian ini menekankan perlunya pembaruan kebijakan perlindungan anak dan pengembangan model edukasi yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan khusus remaja.