Tristiyaningrum, Diana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Analisis Kualitas Hidup Penderita Gagal Ginjal Adriani, Vita; Tuny, Nurfitriyana; Dyah, Dwi Tristining; Purwono, Purwono; Tristiyaningrum, Diana; Aisah, Siti; Mubin, Mohammad Fatkhul; Pranata, Satriya; Vranada, Aric
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i2.3577

Abstract

Penderita gagal ginjal mengalami gangguan sistem metabolic dan gejala fisik yang berdampak pada aspek psikis, sosial dan spiritual. Secara keseluruhan kondisi penderita gagal ginjal akan berpengaruh pada kualitas hidup yang buruk. Konsep kualitas hidup sangat penting dalam ranah pelayanan untuk memahami kondisi dan berimplikasi pada perawatan yang berkualitas. Tujuan analisis ini untuk konsep menjelaskan lebih spesifik tentang kualitas hidup penderita gagal ginjal kronis. Analisis konsep kualitas hidup dengan dilakukan melalui tinjauan artikel yang relevan dari database Pubmed, Sciencedirect, Googlescholar dan ProQuest dengan kriteria jurnal berbahasa inggris, fulltex, open access, publikasi 5 tahun terkahir (mulai tahun 2019-2024), menggunakan kata kunci “Quality of Life”, “quality of life of chronic renal failure”, “concept analysis,”. Pencarian artikel didapatkan 30 artikel untuk dilakukan review dengan menggunakan teori Walker dan Avant untuk memperjelas atribut utama dan faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis. Hasil analisis ditemukan bahwa konsep kualitas hidup penderita gagal ginjal terdiri dari 4 atribut yaitu aspek fisik, aspek psikologis, aspek social dan aspek lingkungan. Atribut ini menjadi domain utama untuk menilai kualitas hidup pasien gagal ginjal secara komprehensif. Hasil penilaian digunakan sebagai dasar bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat, dapat merancang intervensi yang mendukung dimensi fisik, emosional, sosial, dan lingkungan pasien. Pendekatan ini memastikan praktik perawatan lebih berfokus pada kebutuhan individu dan meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.
MODEL PENYELESAIAN MASALAH BERBASIS MAQĀṢID ASY-SYARIAH DALAM ETIKA KESEHATAN PADA PASIEN TERMINAL: A LITERATURE REVIEW Ariska, Siti Linda; Windarti, Yuli; Putri, Ratna Sari; Wahyu, Wahyu; Tristiyaningrum, Diana; chanif, Chanif; Suprapto, Rohmat
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 2 (2026): Volume 15 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i2.24653

Abstract

Abstrak: Latar Belakang: Pasien terminal menghadapi dilema etika kompleks dalam pengambilan keputusan klinis, perawatan paliatif, dan akhir hayat. Pendekatan etika kesehatan konvensional belum sepenuhnya mengakomodasi nilai religius dan spiritual pasien Muslim. Tujuan: Literature review ini bertujuan menganalisis model penyelesaian masalah etika kesehatan pada pasien terminal berbasis maqāṣid asy-syarī‘ah. Metode: Penelitian ini menggunakan literature review naratif terhadap artikel nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2021–2024. Sumber data diperoleh dari PubMed, Google Scholar, BMC Medical Ethics, dan jurnal Islam internasional. Delapan artikel utama dan tujuh artikel pendukung dianalisis secara kritis. Hasil: Pendekatan maqāṣid asy-syarī‘ah terbukti mampu mengintegrasikan prinsip bioetika modern dengan nilai Islam melalui pemeliharaan jiwa (hifẓ al-nafs), penghormatan terhadap martabat manusia, dan peningkatan kualitas hidup pasien terminal. Model ini meliputi pengkajian holistik, analisis maslahat–mafsadat, penentuan prioritas maqāṣid, serta pengambilan keputusan bersama antara tenaga kesehatan, pasien, dan keluarga. Kesimpulan: Pendekatan maqāṣid asy-syarī‘ah merupakan kerangka etika yang komprehensif dan aplikatif dalam pelayanan pasien terminal serta berpotensi mendukung pengembangan praktik dan kebijakan perawatan paliatif berbasis kemaslahatan.