Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Lapisan Mikrosistem Pada Karir Remaja Kusumawati Kusumawati; Ari Rahmi Hasfaraini; Yulia Novita Sari
Coution : journal of counseling and education Vol 5 No 2 (2024): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v5i2.2730

Abstract

Selama proses transisi dari remaja menuju dewasa berbagai perubahan harus dihadapi, termasuk mulai mengevaluasi identitas diri dan dihadapkan pada berbagai tantangan moral dan spiritual, yang lazim terjadi pada kebanyakan remaja. Perkembangan zaman menambah tuntutan dan stres yang semakin banyak dihadapi remaja. Sebagai contoh, menemukan pekerjaan di dalam kondisi yang semakin kompetitif, mengembangkan hubungan baik dengan orang lain, dan beradaptasi dengan teknologi yang kesemuanya memberikan tekanan yang tak sedikit bagi remaja. Remaja di usianya yang seharusnya telah dapat memberikan pendapat dan memutuskan apa yang ingin dilakukannya terkungkung dalam tekanan baik dari keluarga, maupun masyarakat. Ke semuanya terangkum dalam lapisan mikrosistem remaja, yakni lingkaran interaksi sosial yang terdekat dengan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat berapa persen lapisan mikrosistem memberikan dampak pada pilihan karir siswa dan sedalam apa status identitas karir mereka terhadap pilihan karir yang mereka jalani saat ini. Penelitian ini juga diharapkan mampu menghasilkan kajian dasar yang akan digunakan sebagai referensi pendukung penelitianpenelitian yang berkaitan dengan karir di tahun selanjutnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan sampel terdiri dari 156 siswa yang dipilih secara acak. Instrumen yang digunakan merupakan skala status identitas karir yang diberikan kepada responden. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 35% responden setuju terhadap keluarga sebagai pemberi pengaruh terbesar pada pilihan karir mereka, selanjutnya teman 24%, sekolah 21% dan masyarakat 20%. Responden pada penelitian ini juga cenderung memiliki status identitas yang berada pada status identitas achievement. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa remaja di sekolah menengah ini memiliki bentuk kemandirian dalam pilihan karir dan memberikan gambaran bahwa keluarga masih menjadi faktor pendorong terbesar dalam pemilihan karir responden.
Implementing Early Childhood Sexual Education to Prevent Child Sexual Abuse: A Case Study at RA Al-Khairaat SKEP Ternate, Indonesia: Preventing Child Sexual Abuse in Early Childhood Education Elsa Ramadani; Yusuf Maronta; Farida Samad; Yulia Novita Sari; Bujuna A. Alhadad; Muhammad Asrun
Primary Education Insight Vol. 2 No. 1 (2026): Primary Education Insight, June Issue
Publisher : Creative Smart Visionary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65779/pedi.v2i1.51

Abstract

Child sexual abuse is a serious global issue that requires preventive efforts starting from early childhood. This study aims to examine the implementation of early childhood sexual education as a strategy for preventing child sexual abuse at RA Al-Khairaat SKEP, Ternate, Indonesia. A qualitative case study design was used to explore how sexual education is implemented in a natural educational setting. Participants included two teachers, two parents, and two children aged 5–6 years, selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews, participatory observation, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings show that sexual education is implemented through three main aspects: self-identity recognition, gender understanding, and self-protection skills. Children were able to recognize their identities, inclusively understand gender concepts, and identify appropriate and inappropriate touch. The implementation was supported by thematic, play-based, and interactive learning approaches, as well as the integration of religious and moral values. Collaboration between teachers and parents also played an important role in reinforcing children’s understanding and protective behaviors. This study concludes that early childhood sexual education can serve as an effective preventive strategy against child sexual abuse when delivered through developmentally appropriate, culturally relevant, and collaborative approaches. The findings help bridge the gap between theory and practice and provide practical guidance for educators, parents, and policymakers in designing context-sensitive sexual education programs.