Maulina Roma Yanti Nainggolan
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Negara Hukum, Sumber Hukum, Eksistensi, Kedudukan dan Susunan Pengadilan Tata Usaha Maulina Roma Yanti Nainggolan; Muhammad Idiham; Ahmad Fajar Assidiqi; Fajri Bahiyah Dienny
Jurnal Sahabat ISNU SU Vol. 1 No. 2 (2024): Vol. 1 No. 2 September 2024: Jurnal Sahabat ISNU SU
Publisher : ISNU Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70826/jsisnu.v1i2.80

Abstract

Supremasi hukum merupakan prioritas dalam pemerintahan modern yang menekankan perlindungan hak asasi manusia dan supremasi hukum. Dalam konteks Indonesia, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) mempunyai peranan penting dalam menjamin keadilan administratif. PTUN dibentuk sebagai badan peradilan yang berfungsi untuk menyelesaikan perselisihan antara individu dan pihak berwenang, serta memastikan bahwa tindakan pihak berwenang tetap berada dalam kerangka hukum. Sumber hukum keberadaan PTUN di Indonesia adalah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara dan Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009. Undang-undang tersebut mengatur kewenangan dan tata cara penanganan perkara di PTUN dan melindungi warga negara. . ' hak atas tindakan penguasa. Selain itu, sumber hukum lainnya mencakup undang-undang yang mengatur lembaga pemerintah dan asas-asas hukum yang berlaku. PTUN mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam sistem hukum Indonesia. PTUN diawasi oleh Mahkamah Agung dan berperan sebagai penjaga supremasi hukum dalam administrasi publik. PTUN terdiri dari hakim-hakim yang mempunyai keahlian di bidang hukum administrasi. Dalam melaksanakan tugasnya, PTUN tidak mempertimbangkan aspek hukum kegiatan pemerintah, namun juga mempertimbangkan aspek keadilan dan kepentingan masyarakat.
Money Politics in a Contemporary Fiqh Siyasah Review Sofiyana Nasution; Maulina Roma Yanti Nainggolan; Uliya Putri Yati
Haqqiyyah: Journal of Islamic and Legal Studies Vol. 1 No. 2 (2025): December
Publisher : PT ARFA DIGITAL TECHNOLOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65358/haqqiyyah.v1i2.52

Abstract

This research aims to examine money politics as a form of abuse of power during elections in Indonesia. It analyzes the phenomenon through the perspective of fiqh siyasah, employs a qualitative literature-based method, and proposes normative Islamic solutions, that frequently occurs during elections in Indonesia, and to explore how this practice is viewed in Fiqh Siyasah (Islamic political jurisprudence), which regards money politics as risywah (bribery), a practice prohibited due to its contradiction with the values of justice, trustworthiness, and public welfare. This study employs a qualitative method using a literature review approach. Data were obtained through the exploration and analysis of classical Islamic literature, such as Fiqh books, as well as contemporary references that discuss similar topics. The analytical technique used is descriptive-analytical in order to explore and understand the Islamic perspective on money politics through the lens of Fiqh Siyasah. The findings indicate that money politics not only undermines the integrity of democracy but also fosters corruption, worsens the quality of leadership, and er and erodes public trust in the government system. As a solution, Fiqh Siyasah offers both preventive and curative measures, such as the promotion of Islamic political ethics education, strict law enforcement, involvement of religious scholars in political oversight, and the optimization of Zakat and Infak as legitimate and transparent sources of political financing