This Author published in this journals
All Journal Bil Hikmah
Yuntarti Istiqomalia
STID Al-Hadid Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gaya Bahasa Dakwah pada Buku Menjadi Manusia Menjadi Hamba Karya Fahruddin Faiz Yuntarti Istiqomalia
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v4i1.133

Abstract

Abstrak: Sarana penyampaian dalam berdakwah, baik secara lisan maupun tulisan adalah melalui bahasa. Gaya bahasa yang dipilih akan membentuk corak yang akan menjadi ciri khas dari pendakwah. Selain menghayati isi yang harus dikemukakan, pendakwah juga harus peka terhadap gaya bahasa yang dipilihnya. Penggunaan bahasa dalam dakwah berbentuk buku secara tepat akan mempengaruhi besar kecilnya minat pembaca terhadap buku tersebut. Untuk bisa menghasilkan buku ilmiah popular yang berisi pesan dakwah, juga perlu memiliki kemampuan menggunakan gaya bahasa. Sebab, buku ilmiah popular ditujukan kepada masyarakat yang awam. Maka, ada tuntutan menggunakan bahasa yang menarik, mudah dipahami, dan tidak membosankan bagi pembaca. Dalam hal ini, subyek kajian yang diteliti adalah buku ilmiah popular dakwah berjudul Menjadi Manusia, Menjadi Hamba karya Fahruddin Faiz. Buku ini banyak direkomendasikan komunitas pembaca, karena dinilai sebagai buku filsafat Islam yang ringan dan mudah dipahami orang awam. Sehingga, tujuan penelitian ini hendak menjelaskan penggunaan gaya bahasa pada buku Menjadi Manusia, Menjadi Hamba karya Fahruddin Faiz. Untuk mengkaji hal tersebut, penulis menggunakan pendekatan jenis-jenis gaya bahasa dari Gorys keraf dan dianalisa secara kualitatif studi pustaka. Temuan yang didapatkan penulis, yakni penggunaan gaya bahasa percakapan dan gaya Bahasa struktur kalimat pada buku tersebut. Jenis gaya bahasa struktur kalimat yang banyak digunakan seputar paralelisme, repetisi, dan antiklimaks.