Hermanita Her
STITMUABDYA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI GURU MENGHADAPI KENAKALAN SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN Hermanita Her
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 1 (2026): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan siswa pada masa sekarang ini telah membuat para guru, orangtua djuga masyarakat sekitar lingkungan tempat tinggal mereka merasa bingung, terganggu dan resah dengan berbagai macam tindakan yang mereka lakukan, bahkan ada perbuatan mereka tersebut sudah tergolong dalam pelanggaran hukum. Bermacam-macam jenis tindakan yang dilakukan oleh siswa saat ini dimulai dari yang sederhana hingga kepada tindakan yang paling berat. Contoh perbuatan tersebut seperti Kebut-kebutan dijalanan yang mengganggu keamanan lalu lintas dan membahayakan diri sendiri serta orang lain, Perilaku ugal-ugalan, berandalan, urakan yang mengacaukan ketentraman masyarakat sekitar, Perkelahian antar gang, antar kelompok, antar sekolah, antar suku, sehingga terkadang membawa korbanjiwa, Membolos sekolah, lalu bergelandangan sepanjang jalan atau bersembunyi ditempat-tempat terpencil bahkan tindakan Kriminalitas anak remaja seperti: memeras, mencuri, mengancam dan intimidasi juga kerapmereka lakukan. Permasalahan siswa merupakan tanggung jawab bersama. Pihak yang ikut bertanggung jawab dalam proses pembinan siswa adalah lembaga pendidikan terutama guru. Dengan demikian menjadi suatu kewajiban bagi guru untuk mengarahkan para peserta didik menjadi siswa yang baik, kembali pada pribadi yang diinginkan oleh pendidikan agama Islam bukan hanya menguasai pengetahuan agama, tetapi juga memiliki sikap religius. Dengan kata lain bahwa guru berkewajiban mendidik muridnya dengan cara mengajar dan cara-cara lainnya menuju tercapainya perkembangan maksimal sesuai nilai-nilai Islam. Tindakan siswa pada masa sekarang ini telah membuat para guru, orangtua djuga masyarakat sekitar lingkungan tempat tinggal mereka merasa bingung, terganggu dan resah dengan berbagai macam tindakan yang mereka lakukan, bahkan ada perbuatan mereka tersebut sudah tergolong dalam pelanggaran hukum. Bermacam-macam jenis tindakan yang dilakukan oleh siswa saat ini dimulai dari yang sederhana hingga kepada tindakan yang paling berat. Contoh perbuatan tersebut seperti Kebut-kebutan dijalanan yang mengganggu keamanan lalu lintas dan membahayakan diri sendiri serta orang lain, Perilaku ugal-ugalan, berandalan, urakan yang mengacaukan ketentraman masyarakat sekitar, Perkelahian antar gang, antar kelompok, antar sekolah, antar suku, sehingga terkadang membawa korbanjiwa, Membolos sekolah, lalu bergelandangan sepanjang jalan atau bersembunyi ditempat-tempat terpencil bahkan tindakan Kriminalitas anak remaja seperti: memeras, mencuri, mengancam dan intimidasi juga kerapmereka lakukan. Permasalahan siswa merupakan tanggung jawab bersama. Pihak yang ikut bertanggung jawab dalam proses pembinan siswa adalah lembaga pendidikan terutama guru. Dengan demikian menjadi suatu kewajiban bagi guru untuk mengarahkan para peserta didik menjadi siswa yang baik, kembali pada pribadi yang diinginkan oleh pendidikan agama Islam bukan hanya menguasai pengetahuan agama, tetapi juga memiliki sikap religius. Dengan kata lain bahwa guru berkewajiban mendidik muridnya dengan cara mengajar dan cara-cara lainnya menuju tercapainya perkembangan maksimal sesuai nilai-nilai Islam.
PERKEMBANGAN MORAL DAN SPIRITUAL PESERTA DIDIK: PERKEMBANGAN MORAL DAN SPIRITUAL PESERTA DIDIK Hermanita Her
Anatesa : Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 16 No. 2 (2026): Kajian Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : STIT Muhammadiyah Aceh Barat Daya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena kemerosotan moral yang terjadi di kalangan generasi muda dewasa ini menjadi keprihatinan bersama. Berbagai perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan agama, seperti pergaulan bebas, tindak kekerasan, dan rendahnya rasa hormat terhadap orang tua serta guru menjadi indikasi nyata bahwa perkembangan moral dan spiritual peserta didik belum berlangsung secara optimal. Kondisi ini menuntut perhatian serius dari seluruh komponen pendidikan, mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas. Dalam perspektif Islam, manusia diciptakan bukan sekadar sebagai makhluk biologis, melainkan sebagai makhluk yang memiliki dimensi rohani dan moral yang tinggi. Allah Swt menganugerahkan fitrah kepada setiap manusia, yakni potensi dasar untuk mengenal kebenaran, kebaikan, dan keindahan. Perkembangan peserta didik merupakan kajian yang sangat fundamental dalam dunia pendidikan, terutama dalam konteks pendidikan Islam. Di antara berbagai aspek perkembangan manusia, perkembangan moral dan spiritual menempati posisi yang amat sentral. Hal ini dikarenakan kedua aspek tersebut menjadi pijakan utama dalam pembentukan karakter, kepribadian, dan orientasi hidup seseorang sebagai individu yang beriman dan bertanggung jawab.