Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sousveillance Digital melalui Akun Selebriti @kikysaputrii: Studi Pengawasan Publik di Indonesia Husna Nur Amalina; Sigit Andrianto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1747

Abstract

Akun media sosial X @kikysaputrii telah menjadi kanal alternatif pengaduan publik yang sering kali berhasil menarik respons dari institusi resmi seperti kepolisian, kementerian, dan lembaga pemerintah lainnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana akun tersebut memainkan peran dalam memperkuat pengawasan terbalik (sousveillance) terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan penegakan hukum di Indonesia. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, dengan data diperoleh melalui observasi terhadap unggahan akun tersebut dan interaksi yang terjadi. Hasil studi menunjukkan bahwa kapasitas @kikysaputrii sebagai figur publik dengan pengaruh kuat di media sosial, terutama melalui gaya penyampaian yang merujuk pada citra penegak hukum di program televisi "Lapor Pak!", mendorong efektivitas aduan publik yang disampaikannya. Akun ini menjadi medium yang mempertemukan kepentingan warga dan institusi melalui tekanan opini publik yang terorganisir secara digital.
Professional Communication Education: Culture, Digital Ethics, and AI for Indonesia Migrant Workers in Japan Husna Nur Amalina; Dimas Adika; Marimin; Kennia Wikandhita; Juairiah Nastiti Sandyaningrum; Dedy Eka Timbul Prayoga; Eki Rovianto; Desy Setyaningrum; Rizka Adela Fatsena; Nanang Maulana Yoeseph; Hengky Ditya Nugroho
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/6v5s3f94

Abstract

Indonesian migrant workers (PMI) in Japan often face professional communication barriers due to cultural differences, language barriers, and digital literacy requirements. This community service program aims to equip members of PERMA UTLLN Japan and Indonesian migrant workers with professional communication skills, cross-cultural communication skills, digital ethics, and the use of Artificial Intelligence (AI) through a mixed-method approach consisting of interactive webinars, case studies, and simulations via Zoom. Data from observations and discussions were evaluated using qualitative descriptive analysis techniques through thematic categorization. The program results demonstrated an increase in understanding of assertive communication in the workplace, a reduction in the risk of culture shock through the philosophy of omotenashi, and the acceleration of ethics-based digital literacy in utilizing AI as a communication assistant. In conclusion, the integration of communication training and applied technology literacy significantly enhances the adaptive capacity, career performance, and work-study balance of student-workers abroad. The novelty of this program lies in the reconstruction of an interdisciplinary training curriculum that simultaneously combines cross-cultural intelligence with practical AI skills—a new blend of competencies that has never been implemented in conventional migrant worker support programs.