Syaefullah
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Polemik Awal Pernikahan: Studi tentang Relasi Suami-Istri dalam Keluarga Muslim Gen-Z Syaefullah; Ahmad Azhari; Amaludin Matangaji
Manhajuna: Jurnal Hukum Islam dan Fiqih Kontemporer Vol. 1 No. 1 (2026): Dinamika Fiqih Kontemporer: Antara Tradisi, Transformasi Sosial, dan Maqāṣid Sy
Publisher : STIT Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/manhajuna.v1i1.792

Abstract

Fenomena dinamika polemik pada pengantin baru dalam keluarga Muslim merupakan realitas sosial yang kerap muncul pada fase awal pernikahan. Masa transisi ini diwarnai oleh proses adaptasi pasangan terhadap perubahan peran, perbedaan latar belakang, tekanan ekonomi, serta keterlibatan keluarga besar dalam kehidupan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika polemik yang dialami pengantin baru keluarga Muslim serta faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan pernikahan pada masa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh dari pengantin baru keluarga Muslim melalui teknik wawancara daring. Analisis data dilakukan dengan analisis tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika polemik pengantin baru terbagi ke dalam empat tema utama, yaitu adaptasi awal pernikahan, faktor ekonomi dan perubahan peran, campur tangan keluarga, serta eskalasi konflik dan keberlanjutan pernikahan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kesiapan psikologis, komunikasi terbuka, serta kemampuan menetapkan batas peran keluarga besar menjadi faktor kunci dalam menjaga keharmonisan dan keberlanjutan pernikahan. Konflik dipahami sebagai bagian dari dinamika relasi yang wajar, namun berpotensi berkembang menjadi masalah serius apabila tidak dikelola secara konstruktif. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pernikahan pengantin baru dalam keluarga Muslim tidak ditentukan oleh ketiadaan konflik, melainkan oleh kemampuan pasangan dalam mengelola perbedaan, tekanan, dan konflik secara dewasa. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program pendampingan pranikah dan pascanikah yang berorientasi pada penguatan kesiapan mental dan relasi suami-istri.
Analisis Kepemimpinan Perempuan Perspektif Dan Perbincangan Terkini Dalam Hukum Islam Ayatullah; Syaefullah
al-Battar: Jurnal Pamungkas Hukum Vol. 1 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63142/gpwnwy77

Abstract

The purpose of this study is to explore in depth the concept of women's leadership from the perspective of Islamic law. The aim is to provide a clear understanding of Islamic guidelines regarding women's leadership and its limitations. Leadership is understood as behavior that aims to influence the activities of group members in order to achieve a common goal, designed to benefit both individuals and organizations. This study is a literature review using a descriptive-analytic method with a historical-philosophical approach, combining data analysis and documentation verification to ensure valid results. The findings show that women's leadership, from the perspective of Islamic law, is a flexible concept that continues to dialogue with the changing times. Islamic law does not provide strict or definitive practical guidelines regarding women's leadership, as this issue falls under mu'āmalah (human social relations), which requires further elaboration through ijtihad (independent reasoning) and humanitarian considerations. Based on this reasoning, there is no textual or contextual prohibition against women taking on leadership roles. Moreover, leadership is not inherently gendered, as gender is only a difference in identity. Gender refers to the differences between men and women in terms of social, cultural, psychological, and other aspects, which are always related to equal rights between men and women.