Herwindo Chandra
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

MEMAHAMI SIFAT ADIKODRATI RAHMAT BAGI HIDUP KONKRET SECARA ANTROPOLOGI KRISTIANI Herwindo Chandra
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v5i2.8

Abstract

Fokus penelitian yaitu memahami sifat adikodrati rahmat bagi hidup konkret orang Katolik. Adapun tujuan penelitian untuk memperoleh pemahaman agar rahmat yang adikodrati bukan dinilai sebagai realitas di luar hidup konkret tetapi nyata dapat dialami. Penelusuran literatur digunakan untuk mengali pemahaman akan rahmat dalam gagasan Karl Rahner. Gagasan rahmat dalam sejarah teologi Katolik terlalu menampilkan sifat metafisis alih-alih realitas konkret dalamjiwa manusia. Pendasaran perkembangan gagasan filsafat Rahnerian menjadi suatu terobosan bagiteologi rahmat Katolik. Panorama karya-karya filosofis dan teologis Rahnerian diuraikan untuk memahami bahwa realitas antropologi modern membuka suatu cakrawala baru penghayatan iman secara khusus integrasi dimensi kodrat dan adikodrati manusia. Kebaruan penelitian menampilkangagasan menterjemahkan rahmat ke dalam hidup konkret.
MEMBOYONG KEPENTINGAN PRIBADI MENUJU KEUTAMAAN SOSIOLOGIS Herwindo Chandra
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v2i2.16

Abstract

Self-interest starts at the early life of human beings. Along with his body self-interests also grows in the biological growth of a child. Mankind tends to do everything for his own interest, such as to fulfill his needs. Meanwhile, there is another terminology that close to self-interest, i.e. selfishness. Regardless we have to determine the meaning of both terminologies. Self-interest depends on condition, while selfishness focus on ones own interest. Selfishness has no value per se, and it is different with self-interest. In social relationship, self-interest is not without problem. In this paper, we try to describe several conditions of such relationship by using the theory of George Simmel. Is there any condition to bring the self-interest for a good relationship? Therefore, the purpose of this paper is to achieve the knowledge and an encouragement for the highest social virtue in relationship.
PERAYAAN EKARISTI UNTUK TRADISI BALALA DARI SUKU DAYAK BANYADU Herwindo Chandra
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v3i2.33

Abstract

This paper outlines the Balala Tradition which is one of the Dayak Banyadu tribe traditions. The Catholic Church values the culture and values of the local wisdom of its people. However, inculturation of culture into a celebration of faith requires a method approach. Models of faith contextualization from Stevan Bevan are one of the methods used in this paper. Identification of the problem of the Belala Tradition is the weak signification of the faith of the Dayak Banyadu tribe who are Catholic in living the Belala Tradition. So the focus of this paper is on the inculturation of the Balala Tradition in the Catholic faith paradigm. The purpose of this study is to provide a theological basis and meaning of the Catholic faith for the value of locality in the Belala Tradition. This paper will explore the experience of the existence of the Dayak Banyadu tribe in living this tradition in the eyes of the Catholic faith.
MEMANDANG TEMAN MUSLIM SEBAGAI SAUDARA ORANG MUDA KATOLIK MENURUT KARL RAHNER Herwindo Chandra
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v4i1.37

Abstract

Penelitian ini membahas orang muda dapat menjadi pioneer dalam dialog interreligius. Hal ini dapat menjadi dialog interreligius yang khas. Fokus penelitian ialah relasi antara Orang Muda Katolik (OMK) dengan teman-teman Muslimnya. OMK terpanggil untuk dialog ini karena penduduk Indonesia mayoritas Muslim. Saat ini media sosial banyak memberitakan isu intoleransi yang menimbulkan prasangka diantara agama dan dapat membahayakan keberagaman Indonesia. Sejarah mencatat bahwa gerakan para pemuda Bangsa Indonesia dalam keragamannya dapat bersatu dan peduli pada persatuan bangsa. Peristiwa seperti Sumpah Pemuda tahun 1928 dan Gerekan Reformasi tahun 1998 menjadi kepedulian pemuda Indonesia yang cukup signifikan. Tujuan dari penelitian ini ialah menelusuri cara pandang iman Kristen untuk relasi OMK dalam dialog interreligius. Anjuran Apostolik Christus Vivit dapat meneguhkan pertemanan OMK dengan cara pandang inklusif dalam dialog interreligius. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi berdasarkan pengalaman berpastoral dengan anak muda. Penelitian ini memberikan sumbangan sederhana pada tingkat akar rumput masyarakat yaitu dialog interreligius orang muda. Temuan penelitian ini ialah OMK memandang teman Muslimnya bukan semata-mata sebagai teman tetapi sebagai saudara, menurut pemikiran Kristin-awanama dari Karl Rahner.
MAKNA HIDUP MENURUT FILSAFAT MARTIN HEIDEGGER DALAM TERANG KARL RAHNER Herwindo Chandra
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v4i2.41

Abstract

Ada manusia di dunia sifatnya sementara. Memahami kesementaraan ada manusia di dunia menjadi proyek filsafat Martin Heidegger. Fokus tulisan ini ialah filsafat ada Heideggerian namun dalam terang iman Katolik. Heidegger mencoba memikirkan hidup manusia tanpa ada bias oleh anggapan atau konsep apapun termasuk ajaran agama. Dalam tulisan ini akan ditunjukkan, bahwa filsafat Heideggerian dapat memberi makna bagi hidup manusia dalam dunia, hanya terbatas. Keterbatasannya pada ambiguitasnya kepenuhan makna manusia yang sekaligus tak terpenuhinya ketika berhadapan dengan kematian. Sementara murid Heidegger yaitu Karl Rahner, menggunakan metode transendental Heidegger untuk mengonstruksi teologinya. Dalam terang teologi Rahner, orang Katolik justru dapat sampai pada kepenuhan adanya bahkan sudah di dunia asalkan dirinya menerima dimensi adikoratinya.
PEMBERDAYAAN KATEKIS BAGI KOMUNITAS BASIS GEREJAWI DI KOTA METROPOLITAN MENURUT AJARAN GEREJA Herwindo Chandra
Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Filsafat dan Teologi Katolik
Publisher : STIKAS Santo Yohanes Salib Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58919/juftek.v6i1.50

Abstract

Fokus penelitian yaitu pemberdayaan katekis bagi komunitas basis gerejawi. Kehidupan umat Katolik di kota metropolitan memiliki corak yang khas. Kemajuan dan fasilitas yang baik menjadi keuntungan tetapi dapat menjadi hambatan dalam hidup rohani. Salah satu ungkapan hidup rohani ialah keaktifan dalam kehidupan menggereja. Selain relatif kurang keaktifan umat Katolik dalam kepengurusan dan kegiatan gereja, perihal katekese kepada umat yang aktif perlu mendapat perhatian. Namun pemberdayaan tenaga katekis di kota metropolitan kurang mendapat perhatian serius. Tujuan penelitian memahami pemberdayaan para katekis yang digariskan oleh ajaran gereja bagi kehidupan di kota metropolitan. Dengan cara penelusuran ajaran-ajaran Gereja secara kualitatif digunakan untuk melihat kesinambungan gagasan pastoral yang berulang ditekankan Gereja. Penelitian menawarkan pemberdayaan katekis dalam bentuk kaderisasi mulai dari teritori paroki terkecil.