Ketepatan waktu dalam intervensi kesehatan merupakan faktor determinan dalam mengurangi angka kematian dan kecacatan, serta meningkatkan angka kesembuhan dan kualitas hidup pasien. Data dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan anak-anak menghadapi risiko yang signifikan ketika terjadi bencana atau kecelakaan. Terlebih lagi, anak-anak yang tinggal di panti asuhan merupakan kelompok yang rentan karena berbagai faktor sosial dan ekonomi yang memengaruhi kesejahteraan mereka. Sosialisasi pertolongan pertama merupakan upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak-anak di Graha Yatim Dhuafa Mampang, Jakarta Selatan, ketika menghadapi situasi darurat. Program pengabdian masyarakat ini dirancang dengan pendekatan Pembelajaran Partisipatif dan metode Eksperiensial. Partisipan merupakan anak-anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah di Graha Yatim Dhuafa Mampang, Jakarta Selatan, yang berjumlah 19 anak. Konkretitasi program dibagi menjadi tiga tahap utama, yaitu: (1) Tahap Sosialisasi; (2) Tahap Pelaksanaan; (3) Tahap Evaluasi. Hasil dari program sosialisasi pertolongan pertama menunjukkan peningkatan yang memuaskan pada partisipan dalam hal pengetahuan kegawatdaruratan dan keterampilan mendemonstrasikan teknik pertolongan pertama dengan benar. Evaluasi menunjukkan tingkat partisipasi peserta sebesar 100%, yang mengindikasikan keterlibatan penuh dari segenap partisipan dalam program ini.