Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

WASATHIYAH AND THE ISLAMIC DA’WAH PROBLEMS IN INDONESIA Ashari, Suhartini
Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam Vol 16 No 1 (2025): Al-Risalah : Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Islam As-Syafiiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/alrisalah.v16i1.4498

Abstract

At present, Muslims are required to be able to act with wasathiyah. Such a wasathiyah act shall be reflected from the ability to integrate two different dimensions, namely the hablun minAllah dimension and the hablun minan-nas dimension. This requirement is not the requirement of the era. It is the requirement of the Qur’an and the Hadith. The Wahhabi-Salafi da’wah promotes hardness. This paper is a library research by using a da’wah approach, especially in the study of people’s problems. A correct understanding of wasathiyah meaning will be able to establish a conscious attitude to perform a moderate Islam under a true meaning. In addition, this study also results in an understanding of da’wah attitudes in facing people attitudes, specifically any da’i who tends to ignore the guidance of wasathiyah and the ways of how to implement Islamic da'wah in order to realize wasathiyah
MAKNA TARTIL DALAM AL-QUR’AN SURAH AL- MUZAMMIL AYAT 4 DAN IMPLEMENTASINYA Ashari, Suhartini
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2023): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v6i1.2652

Abstract

Al-Qur’an adalah kitab bacaan sekaligus kitab petunjuk yang dapat menerangi kehidupan dan membentuk pribadi mulia. Agar fungsi al-Qur’an sebagai kitab petunjuk terealsisasi dalam kehidupan umat Islam langkah awal yang harus dilakukan adalah membaca. Namun realita saat ini al-Qur’an belum menjadi kitab yang dibaca apalagi menjadi kitab petunjuk hidup. Berdasarkan sebuah penelitian yang diadakan pada tahun 2021 sekitar 149 juta masyarakat muslim Indonesia belum bisa membaca al-Qur’an. Dalam Surah al- Muzammil ayat 4 Allah memerintahkan umatnya untuk membaca al-Qur’an yaitu membacanya secara tartil. Di Indonesia, masyarakat memahami bacaan tartil sebagai bacaan yang dibaca pelan-pelan. Demikian pula yang terdapat di al-Qur’an terjemahan versi bahasa Indonesia. Benarkah tartil hanya bermakna pelan-pelan. Tulisan ini mengkaji makna tartil dan implementasinya, serta tujuannya, dari beberapa literatur mu’tabar. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan didapat pemahaman bahwa membaca al-Qur’an secara tartil adalah membacanya secara pelan huruf demi huruf dengan menunaikan hak-hak huruf dan menyertakan kaidah-kaidah tajwid sebagaimana Rasulullah membacanya dan kemudian dirumuskan para ulama qira’ah dalam sebuah ilmu yang disebut ilmu tajwid. Membaca al-Qur’an secara tartil tidak bisa dilepaskan dari penerapan kaidah ilmu tajwid. Maka umat Islam harus belajar membaca al- Qur’an secara bertajwid langsung dari guru yang berkompeten dan akan lebih bagus lagi jika tersambung sanadnya hingga kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Belajar membaca al-Qur’an tidak bisa secara otodidak. Perintah membaca al-Qur’an dengan rytme pelan dan bertajwid memiliki tujuan yang sangat menyeluruh. Tidak hanya membuat umat Islam membaca, namun juga membuat umat Islam dapat mentadaburi maknanya. Bacaan seperti ini dapat memberi pengaruh besar bagi pembacanya, menguatkan iman dan mengokohkan jiwa. Sehingga terdorong mengamalkan kandungan ayat yang dibacanya. Bacaan seperti ini yang dapat mewarnai kehidupan masyarakat dengan cahaya al-Qur’an. Dengan demikian, membaca secara tartil menjadikan seorang mukmin dapat menjalankan seluruh kewajiban terhadap al- Qur’an yaitu membaca, mentadaburi, mengamalkan dan mengajarkannya. Bacaan pelan dan bertajwid dapat pula memudahkan dan memperkokoh hafalan.
FATHER'S ROLE IN CHILD EDUCATION PERSPECTIVE OF AL-QUR'AN SURAH LUQMAN VERSES 12-19 (TAFSIR AL-QURTHUBI, TAFSIR IBNU KATSIR, TAFSIR FI ZHILALIL QUR'AN AND TAFSIR AL-MUNIR) Winarti, Anastasia; Ashari, Suhartini
Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2024): Tahdzib Al-Akhlaq: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/tahdzib.v7i2.4419

Abstract

This study provides a more detailed picture of the role of fathers in educating children from the perspective of the Qur'an, Surah Luqman (31), verses 12–19. So far, there has been a perception in Indonesian society that the problem of children's education is the sole responsibility of a mother because the father has the responsibility to fulfill economic needs. The social phenomena that occur in several regions in Indonesia related to the gap in children's behavior are examined through the interpretation of al-Qurthubi, the interpretation of Ibn Kathir, the understanding of Fi Zhilalil Qur'an, and the interpretation of al-Munir. Method: This study used qualitative research. Qualitative research is used to investigate, find, describe, and explain the quality or characteristics of social influences that cannot be explained, measured, or described. This research takes a study of tafsir literacy from four mufasir, namely tafsir al-Qurthubi, tafsir Ibnu Katsir, tafsir Fi Zhilalil Qur'an and tafsir al-Munir Finding: The importance of the father's role in children's education, told with advice to (1) Be grateful to Allah Subhânahu wa ta'âlâ, (2) Avoid all forms of shirk, (3) Be devoted to both parents, and (4) Always maintain awareness of muraqabah or Allah Subhânahu wa ta'âlâ's supervision over all things, both small and large. (5) The command to uphold prayer, enjoin makruf, nahi munkar. (6) The command not to be arrogant and haughty; (7) walk politely and lower your tone of voice. Novelty: This study is the only one that explains the role of fathers in children's education from the perspective of the Qur'an, Surah Luqman (31) verses 12 to 19, with an analysis of the interpretation of al-qurthubi, interpretation of Ibn Kathir, interpretation of fi zhilalil Qur'an and interpretation of al-munir. The results of the study show that based on the Qur'an, the role of fathers in children's education is very important and strategic for building the future civilization of the people.