Latar Belakang: Peran tenaga medis ataupun paramedis khususnya perawat sebagai garda terdepan dalam menangani beberapa kasus penyakit menular maupun tidak menular saat ini menjadi sangat penting, mereka harus siap dan rela dengan tingkat resiko penularan yang tinggi untuk melayani dan merawat pasien setiap harinya. Adanya efikasi diri dalam diri individu dapat membantu perawat meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk mampu berbuat lebih sesuai tujuan yang dihadapi dengan meningkatkan motivasi dan emosional positif dalam diri individu walaupun dalam keterbatasan yang sedang dihadapi. Tujuan: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan tinfkat kecemasan pada perawat diruang instalansi gawat darurat. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelational dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Gawat Darurat Rumah sakit BMed. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan besar sampel 27 responden. Alat ukur yang digunakan yaitu general efikasi diri dan Hamilton Anxiety Rating Sclae (HARS). Analisa data mengunakan uji Sperman Rank. Hasil: Berdasarkan uji statistik yang telah dilakukan dari 27 responden rata-rata usia responden 34, 11 tahun, didominasi oleh perempuan (53,6%), pendidikan terakhir tarbanyak S1/profesi (53,6%), masa kerja didominasi > 5 tahun (57,1%). Tingkat efikasi diri Sebagian besar rendah (67,9%) dan tingkat kecemasan didominasi kecemasan berat (39,3%). Hasiluji spearman rank menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan tingkat kecemasan pada perawat di ruang instalansi gawat darurat.