Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keaktifan keanggotaan di Perpustakaan Rimba Baca Jakarta Selatan dengan menggunakan algoritma K-Means. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan perpustakaan untuk memahami pola keanggotaan dan meningkatkan layanan berdasarkan data kunjungan dan peminjaman buku. Metode yang digunakan melibatkan pengumpulan data kunjungan dan peminjaman buku dari tahun 2023 hingga 2024, kemudian menerapkan algoritma K-Means untuk mengelompokkan anggota berdasarkan tingkat keaktifan mereka. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga cluster dengan karakteristik yang berbeda. Cluster 1 terdiri dari anggota yang sangat aktif, sedangkan Cluster 0 dan Cluster 2 menunjukkan tingkat keaktifan yang lebih rendah. Temuan ini memberikan wawasan bagi perpustakaan untuk mengembangkan strategi layanan yang lebih efektif, seperti promosi khusus dan program peningkatan keaktifan bagi kelompok anggota yang kurang aktif. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa tipe keanggotaan yang memungkinkan peminjaman lebih banyak buku tidak selalu berkorelasi dengan keaktifan tinggi. Dengan informasi ini, perpustakaan dapat meningkatkan keterlibatan anggota dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih dinamis dan interaktif bagi semua pengunjung. This study aims to analyze membership activity at Rimba Baca Library in South Jakarta using the K-Means algorithm. The background of this research is the library's need to understand membership patterns and improve services based on visit and book loan data. The method involved collecting visit and loan data from 2023 to 2024 and then applying the K-Means algorithm to cluster members based on their activity levels. The results show three clusters with distinct characteristics. Cluster 1 consists of very active members, while Clusters 0 and 2 exhibit lower activity levels. These findings provide insights for the library to develop more effective service strategies, such as special promotions and programs to increase activity among less active member groups. Additionally, the study indicates that membership types allowing more book loans do not necessarily correlate with higher activity levels. With this information, the library can enhance member engagement and optimize the use of existing resources, thereby creating a more dynamic and interactive environment for all visitors.