Daerah penelitian terletak pada Sub Cekungan Jambi, Cekungan Sumatera Selatan, yaitu pada sumur RFB-1, RFK-2, dan RFS-3. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik geokimia batuan induk, potensi batuan induk dalam menghasilkan hidrokarbon, dan waktu keterbentukan hidrokarbon dikaitkan dengan sejarah pemendaman. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah evaluasi geokimia batuan induk untuk mengetahui kuantitas, kualitas, dan kematangan material organik, penentuan asal material orgnaik, lingkungan pengendapan, dan tingkat oksidasi menurut biomarker, kematangan, serta pemodelan 1D sejarah pemendaman. Hasil dari penlitian ini menunjukkan Sumur RFB-1 memiliki batuan induk efektif pada Formasi Talang Akar dengan tipe kerogen III, RFK-2 memiliki batuan induk efektif pada Formasi Lower Talang Akar (LTAF) dan Formasi Lahat (LAF) dengan tipe kerogen III, dan RFS-3 memiliki batuan induk efektif pada Formasi Talang Akar (TAF) dan Lower Talang Akar (LTAF) dengan tipe kerogen III. Analisis biomarker menunjukkan dominasi material organik terrestrial yang cenderung oksidasi pada Sumur RFB-1 dan RFK-2, serta material organik transisional yang cenderung reduksi pada Sumur RFS-3, lingkungan pengendapan alga primer dengan tingkat oksidasi anoksik – suboksik, dan kondisi paleoekologi menunjukkan lingkungan pengendapan laut terbuka / lakustrin dan estuarin / lakustrin dangkal. Sejarah pemendaman menunjukkan proses sedimentasi terjadi sejak Eosen Awal hingga saat ini, dimana Sumur RFB-1 memasuki fase awal matang pada Formasi Air Benakat (ABF), sumur RFK-2 pada Formasi Gumai (GUF), dan sumur RFS-3 pada Formasi Air Benakat (ABF). Kata kunci : Cekungan Sumatra Selatan, Geokimia Batuan Induk, Biomarker, Sejarah Pemendaman.