This Author published in this journals
All Journal Geoscience Journal
Euis Tintin Yuningsih, Kurnia Arfiansyah, Lyra Arnetta,
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KARAKTERISASI FLUIDA HIDROTERMAL PADA PROSPEK X, KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR, SULAWESI UTARA Euis Tintin Yuningsih, Kurnia Arfiansyah, Lyra Arnetta,
Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i2.57220

Abstract

Daerah penelitian berada di Prospek X, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian dilakukan untuk mengkarakterisasi host rock dan mineral ubahan pada daerah penelitian dan mengetahui karakteristik fluida hidrotermal melalui pengukuran temperatur dan salinitas inklusi fluida. Penelitian dilakukan menggunakan metode analisis petrologi untuk mengetahui karakteristik fisik batuan, analisis petrografi untuk menganalisis kehadiran mineral ubahan, dan analisis inklusi fluida untuk mengetahui temperatur homogenisasi, temperatur leleh, dan salinitas. Daerah penelitian terdiri dari litologi breksi-tuff dengan kehadiran urat berkomposisi kuarsa dan kuarsa-karbonat, termasuk kedalam klasifikasi zona alterasi porpilitik ditandai dengan kehadiran mineral klorit-silika-pirit. Kehadiran mineral ubahan ini terbentuk melalui proses pengisian fluida hidrotermal kedalam rongga yang sudah ada secara bertahap, membentuk kristal-kristal yang semakin besar seiring berjalannya waktu. Di sekitar daerah penelitian berdasarkan peta geologi regional, terdapat struktur berupa sesar mendatar. Karakteristik inklusi fluida pada daerah penelitian berbentuk sub-elongated, elongated, dan rombik, dengan ukuran 1 – 40μm, memiliki nilai Th 143.2°C - 308.2°C, nilai Tm -2°C - -5.6°C, dan hasil perhitungan salinitas 5.49 - 7.62 wt%NaCl eqv. Salinitas ini termasuk salinitas rendah – menengah. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa evolusi fluida yang membentuk vein kuarsa di daerah penelitian umumnya terjadi melalui proses pencampuran dengan fluida yang memiliki salinitas yang berbeda. Hal ini juga dapat disimpulkan bahwa fluida pembawa mineralisasi bercampur dengan fluida yang memiliki salinitas rendah, yang umumnya merupakan fluida meteorik.Kata Kunci: Fluida Hidrotermal, Endapan Epitermal, Inklusi Fluida, Bolaang Mongondow Timur