Santosa, Lelana Agung Aji
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TEMU PROFESI TAHUNAN (TPT) XXXII PERHAPI 2023 MENUJU PRODUKSI BATUBARA 18.000.000 MT TAHUN 2022 DENGAN METODE OPTIMALISASI BOTTOM PIT TEMPUDO 2 AREA PIT SOUTH PT INDEXIM COALINDO Santosa, Lelana Agung Aji
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Good Mining Practice (GMP) atau kaidah teknik pertambangan yang baik adalah suatu kegiatan pertambangan yang mentaati aturan, terencana dengan baik, menerapkan teknologi yang sesuai yang berlandaskan pada efektifitas dan efisiensi, melaksanakan konservasi batubara, mengendalikan dan memelihara fungsi lingkungan, menjamin keselamatan kerja, mengakomodir keinginan dan partisipasi masyarakat, menghasilkan nilai tambah, meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan masyarakat sekitar serta menciptakan pembangunan yang berlanjutan. Dalam realisasi konsep penambangan yang produktif, maka Good Mining Practice merupakan mesin utama yang harus dipastikan implementasinya. Amanah Pemerintah melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik dan didetailkan petunjuk teknisnya pada Keputusan Direktorat Jenderal Minerba Nomor 185 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Keselamatan Pertambangan SMKP Minerba, maka beberapa yang harus diterapkan oleh perusahaan tambang adalah pengelolaan teknis pertambangan dan pengelolaan keselamatan.Dalam forum internal meeting, Direktur Operasional PT Indexim Coalindo menyampaikan ke Tim Mining bahwa semua Insan Indexim harus menjawab tantangan bisnis batubara ke depan terkait harga batubara fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dengan menunjukkan sikap operasional yang aman, efektif, dan produktif. Misi besarnya adalah menjadi salah dari lima besar perusahaan tambang batubara di Indonesia. Untuk menunjang hal tersebut maka top management mendukung dengan mempersiapkan sarana infrastruktur dari hulu ke hilir secara optimal sehingga operasional pertambangan dapat berjalan dengan baik, tujuannya adalah dapat menunjang produksi yang ditargetkan naik secara eksponensial dari tahun ke tahun. Pada Tahun 2022, top management menargetkan agar coal mine bisa mencapai angka minimal 18.000.000 MT secara total untuk Pit South yang di-handle oleh dua kontraktor penambangan, yaitu PT Kalimantan Prima Persada (KPP) dan PT Unggul Dinamika Utama (UDU). Tim Mining PT Indexim Coalindo sebagai pihak yang mendapatkan tanggungjawab tersebut maka menerapkan upaya perencanaan dan realisasi penambangan yang matang dan mengacu Good Mining Practice pada sesuai yang diamanahkan oleh top management dan regulasi pemerintah terkait.Pit Tempudo 2 dipilih fokus utama penambangan karena memiliki target produksi batubara Pit Tempudo 2 periode Januari – November 2022 sebesar 3.100.000 MT, namun konsentrasi batubara berada sebesar 25% berada pada area lowest point yang sangat sensitif dengan prediksi curah hujan yang meningkat pada Tahun 2022 oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Dengan menggunakan metode hit and run, metode sekatan, fokus dewatering, penerapan back loading, pit to ROM pit, dan ROM pit rehandling maka batubara di lowest point Pit Tempudo 2 dapat dioptimalkan dan coal mine di Pit South dapat tercapai 100%, yaitu sebesar 18.003.671 MT.