Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Anomali Istidlal Perang Jamal terhadap Bolehnya Kepemimpinan Wanita Saleh, Abdurrahman; Mas'ud, Marwan
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 2 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anomali istidlal adalah menunjukkan adanya penyimpangan-penyimpangan ber- istidlal dalam berhukum dengan suatu kajian nas keagamaan. Feminis muslim mengangkat sosok ‘Aisyah radhiallahu ‘anha sebagai figur emansipasi perempuan pada tulisan-tulisan mereka, karena dinilai memiliki andil besar terhadap isu gender, khususnya pada peristiwa Perang Jamal. Namun, berdalil dengan peran ‘Aisyah sebagai pemimpin pada Perang Jamal memiliki anomali-anomali. Tujuan dari penelitian ini  adalah memaparkan dan menganalisis takhrij hadis larangan menjadikan wanita sebagai pemimpin dan penjelasannya serta sisi anomali. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research dan memaparkannya secara deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis Abu Bakrah dan hadis Hau’ab adalah hadis sahih dan kandungan hadis Abi Bakrah dan hadis Hau’ab mengandung makna larangan kepemimpinan wanita. Anomali istidlal Perang Jamal terhadap bolehnya kepemimpinan wanita:pertama, keinginan ‘Aisyah untuk kembali ke rumah. Kedua, keluarnya ‘Aisyah menuju Bashrah bukan untuk berperang melainkan untuk mendamaikan antara dua kubu yang bertikai. Ketiga, ketidaksetujuan para Sahabat seperti Abu Bakrah dan Ummu Salamah terhadap ijtihad ‘Aisyah. Keempat, terdapat penyesalan ‘Aisyah terhadap tragedi Perang Jamal. Kata kunci: Anomali; Hadis; Kepemimpinan Wanita.
Anomali Istidlal Perang Jamal terhadap Bolehnya Kepemimpinan Wanita Saleh, Abdurrahman; Mas'ud, Marwan
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 2 No 2 (2024): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v2i2.431

Abstract

Anomali istidlal adalah menunjukkan adanya penyimpangan-penyimpangan ber- istidlal dalam berhukum dengan suatu kajian nas keagamaan. Feminis muslim mengangkat sosok ‘Aisyah radhiallahu ‘anha sebagai figur emansipasi perempuan pada tulisan-tulisan mereka, karena dinilai memiliki andil besar terhadap isu gender, khususnya pada peristiwa Perang Jamal. Namun, berdalil dengan peran ‘Aisyah sebagai pemimpin pada Perang Jamal memiliki anomali-anomali. Tujuan dari penelitian ini  adalah memaparkan dan menganalisis takhrij hadis larangan menjadikan wanita sebagai pemimpin dan penjelasannya serta sisi anomali. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research dan memaparkannya secara deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis Abu Bakrah dan hadis Hau’ab adalah hadis sahih dan kandungan hadis Abi Bakrah dan hadis Hau’ab mengandung makna larangan kepemimpinan wanita. Anomali istidlal Perang Jamal terhadap bolehnya kepemimpinan wanita:pertama, keinginan ‘Aisyah untuk kembali ke rumah. Kedua, keluarnya ‘Aisyah menuju Bashrah bukan untuk berperang melainkan untuk mendamaikan antara dua kubu yang bertikai. Ketiga, ketidaksetujuan para Sahabat seperti Abu Bakrah dan Ummu Salamah terhadap ijtihad ‘Aisyah. Keempat, terdapat penyesalan ‘Aisyah terhadap tragedi Perang Jamal. Kata kunci: Anomali; Hadis; Kepemimpinan Wanita.
أهمية الوعي بالآخرة في تحقيق استقرار الأمن الاجتماعي من ضوء الحديث النبوي : (دراسة موضوعية من خلال أحاديث الكتب الستة) Mas'ud, Marwan; Akhmad Husaini; Bayu Kasa Pranata
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 3 No 2 (2025): Al-Atsar : Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-atsarjurnalilmuhadits.v3i2.1057

Abstract

‫يهدف‬‫هذا‬ ‫البحث‬ ‫إلى‬ ‫تحليل‬ ‫دور‬ ‫الوعي‬ ‫باآلخرة‬ ‫في‬ ‫تحقيق‬ ‫استقرار‬ ‫االجتماعي‬ ‫في‬ ‫ضوء‬ ‫أحاديث‬ ‫النبي‬ ‫ﷺ‬ ‫‪.‬‬ ‫ُ‬ ‫وي‬‫قصد‬‫باالستقرار‬‫االجتماعي‬‫الحال‬ ‫التي‬ ‫يعمل‬ ‫فيها‬ ‫املجتمع‬ ‫بسالسة‬ ‫وانتظام‬ ‫وانسجام‪،‬‬ ‫دون‬ ‫اضطرابات‬ ‫أو‬ ‫فوض‬ ‫ى‬ ‫واسعة‬ ‫النطاق‪.‬‬ ‫وفي‬ ‫ظل‬‫هذه‬‫الحال‪،‬‬ ‫يسود‬ ‫الشعور‬ ‫باألمان‬ ‫والنظام‬ ‫وقابلية‬ ‫التنبؤ‬ ‫في‬ ‫التفاعالت‬ ‫االجتماعية‪،‬‬ ‫مما‬ ‫يتيح‬ ‫لألفراد‬ ‫والجماعات‬ ‫ممارسة‬‫معتمد‬‫ا‬‫على‬ ‫البيانات‬‫حياتهم‬‫اليومية‬ ‫بهدوء‬ ‫وإنتاجية‪.‬‬ ‫وقد‬ ‫استخدم‬ ‫هذا‬ ‫البحث‬ ‫املنهج‬ ‫النوعي‬ ‫من‬ ‫خالل‬ ‫الدراسة‬ ‫املكتبية‪،‬‬‫الثانوية‬‫التي‬ ‫تم‬ ‫تحليلها‬ ‫باستخدام‬ ‫التحليل‬ ‫الوصفي‬ ‫وفق‬ ‫املنهج‬ ‫االستنباطي‬ ‫‪.‬‬‫وقد‬ ‫أظهرت‬ ‫نتائج‬ ‫البحث‬ ‫أن‬ ‫الوعي‬ ‫ِ‬ ‫ب‬‫اآلخرة‬‫ُ‬‫ي‬‫ُّ‬‫عد‬‫ً‬‫جوهري‬‫ا‬‫في‬ ‫بناء‬ ‫استقرار‬ ‫االجتماعي‬ ‫في‬ ‫املجتمع‬ ‫اإلسالمي‪.‬‬ ‫ومن‬ ‫خالل‬ ‫التحليل‬ ‫املوضوعي‬ ‫لألحاديث‬ ‫النبوية‬ ‫الواردة‬‫أساس‬‫ا‬‫تبي‬‫ن‬‫َّ‬‫في‬‫الكتب‬ ‫الستة‪،‬‬ ‫َّ‬‫أن‬‫اإليمان‬ ‫باليوم‬ ‫اآلخر‬ ‫ُ‬ ‫ي‬‫سهم‬‫في‬ ‫تنمية‬ ‫القيم‬ ‫األخالقية‬ ‫مثل‬ ‫الصدق‪،‬‬ ‫والعدالة‪،‬‬ ‫والرحمة‪،‬‬ ‫واملسؤولية‬‫االجتماعية‪.‬‬‫ُ‬ ‫وي‬‫شك‬‫ل‬‫هذا‬ ‫الوعي‬ ‫ً‬‫داخلي‬‫ا‬‫يمنع‬ ‫من‬ ‫السلوكيات‬ ‫املنحرفة‪،‬‬ ‫ُ‬ ‫وي‬‫عز‬‫ز‬‫من‬ ‫ِ‬ ‫ف‬‫عل‬‫الخير‬ ‫في‬ ‫املجتمع‪.‬‬ ‫كما‬ ‫أظهرت‬‫دافع‬‫ا‬‫األحاديث‬‫التي‬ ‫تناولها‬ ‫البحث‬ ‫أن‬ ‫اإليمان‬ ‫باآلخرة‬ ‫ُ‬ ‫ي‬‫نش‬‫ئ‬ ‫رقابة‬ ‫ذاتية‪،‬‬ ‫ُ‬ ‫وي‬‫غرس‬‫روح‬ ‫التعاون‪،‬‬ ‫َ‬ ‫وي‬‫حول‬‫دون‬ ‫الظلم‪،‬‬ ‫ُ‬ ‫وي‬‫ح‬‫يي‬‫ثقافة‬‫االحترام‬‫املتبادل‪.‬‬ ‫ومن‬ ‫ثم‬ ‫‪،‬‬‫ُ‬ ‫ت‬‫ؤك‬‫د‬‫هذه‬ ‫الدراسة‬ ‫َّ‬‫أن‬‫االستقرار‬ ‫االجتماعي‬ ‫في‬ ‫اإلسالم‬ ‫ال‬ ‫ُ‬ ‫ي‬‫مكن‬‫أن‬ ‫ُ‬ ‫ي‬‫بنى‬‫على‬ ‫النظام‬ ‫القانوني‬‫متعال‬‫يتمث‬ ‫ل‬‫في‬ ‫اإليمان‬ ‫بالحياة‬ ‫بعد‬ ‫املوت‪.‬‬ ‫وهذا‬ ‫ما‬ ‫ُ‬ ‫ي‬‫ؤس‬‫س‬‫ملجتمع‬ ‫آمن‪،‬‬‫وعي‬‫والسياس‬‫ي‬ ‫فحسب‪،‬‬ ‫بل‬ ‫ال‬ ‫بد‬ ‫أن‬ ‫يستند‬ ‫إلى‬ ‫ٍ‬‫بشكل‬‫مستدام‬ ‫‪.‬‬‫وعادل‪،‬‬‫وسليم‬ ‫‪،‬‬‫الكلمات‬‫املفتاحية‪:‬‬ ‫الوعي‬ ‫باآلخرة؛‬ ‫االستقرار‬ ‫االجتماعي؛‬ ‫الكتب‬ ‫الستة‪.‬‬
THE CONCEPT OF FORGIVENESS IN THE QUR’AN: A QUR’ANIC APPROACH TO MENTAL HEALTH Nasrulloh, Emha Hasan; Mas'ud, Marwan; Harsaputra, Taqy Kanz
Qawwam : The Leader's Writing Vol. 6 No. 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Insitut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: This study examines the concept of forgiveness in the Qur’an by integrating semantic, normative, and psychosocial perspectives, with the aim of clarifying its role in character formation and mental well-being. Methodology: Using a qualitative library-based approach, the study analyzes Qur’anic verses, Prophetic hadith, and classical as well as contemporary exegesis through linguistic–semantic, comparative exegetical, and normative–ethical analysis. Findings: The Qur’an presents forgiveness as a hierarchical ethical system comprising al-‘afw (relinquishing retaliation), aṣ-ṣafḥ (inner magnanimity), and al-maghfirah (moral and social protection). Forgiveness is positioned as a higher moral choice beyond justice, contributing to tazkiyat al-nafs, emotional regulation, mental tranquility, and the formation of Qur’anic character. Research Implication: The findings provide an integrative ethical framework applicable to Islamic character education, conflict resolution, and mental health discourse. Originality: This study offers a holistic Qur’anic model of forgiveness by systematically integrating theological, ethical, and psychospiritual dimensions within a single analytical framework.