Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reformulation of the Vulnerability Management Cycle for Enhancing Indonesia's Critical Information Infrastructure Protection: An International Comparative Study Ulin Nuha, Muhammad Azza; Muhammad Salman; Nur Annisa Kadarwati Febriyani; Eka Hero Ramadhani
The Indonesian Journal of Computer Science Vol. 14 No. 1 (2025): The Indonesian Journal of Computer Science (IJCS)
Publisher : AI Society & STMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33022/ijcs.v14i1.4609

Abstract

This research conducts an analysis of vulnerability management practices in three countries— the United States, Australia, and the United Kingdom— to serve as a benchmark for the National Security Operation Center (NSOC) for protecting Critical Information Infrastructure (CII) in Indonesia. The methodology employed is a document study of standards, regulations, and publications related to vulnerability management in these three countries. The analysis results are classified into Gartner’s Cycle, producing 38 vulnerability management activities. The mapping of these activities to the CII Protection Framework in Indonesia demonstrates alignment with 35 sub-categories of the framework, resulting in a vulnerability management cycle that can be proposed to NSOC for the protection of CII in Indonesia.
Perancangan Peningkatan Kapabilitas National Security Operation Center untuk Meningkatkan Keamanan Siber di Indonesia Febriyani, Nur Annisa Kadarwati; Salman, Muhammad; Ulin Nuha, Muhammad Azza
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 9 (2025): JPTI - September 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.1015

Abstract

Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia mencapai 5,8% dalam empat tahun terakhir dan disertai peningkatan anomali traffic secara signifikan, dengan rata-rata 768 juta per tahun. Jumlah tersebut tiga kali lipat dari total pengguna internet, yang mengindikasikan perlunya strategi perlindungan siber yang lebih kuat dan adaptif untuk mengantisipasi kerentanan. Pemerintah Indonesia, melalui Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), telah membentuk National Security Operations Center (NSOC) sebagai langkah strategis dalam memperkuat keamanan siber nasional. Namun demikian, implementasi NSOC masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari aspek kapabilitas, koordinasi, maupun keterbatasan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk merancang peningkatan kapabilitas NSOC melalui pendekatan studi pustaka dan benchmarking terhadap pedoman serta praktik terbaik implementasi Security Operations Center (SOC) dari Uni Eropa, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik terbaik SOC mencakup tujuh kapabilitas dan 42 aktivitas inti. Sementara itu, NSOC memiliki sembilan kapabilitas dan 42 aktivitas, namun satu kapabilitas dan sembilan aktivitas di antaranya belum terimplementasi. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penambahan kapabilitas Leadership and Management untuk memperkuat arah strategis dan tata kelola. Selain itu, penguatan aktivitas pada kapabilitas yang sudah ada perlu dilakukan, mencakup penyusunan pedoman simulasi ancaman, penanganan ancaman internal, layanan manajemen kerentanan, otomatisasi ticketing respons insiden, serta mekanisme transfer pengetahuan antar personel. Peningkatan ini diharapkan dapat memperkuat efektivitas NSOC dalam menghadapi kompleksitas ancaman siber nasional secara berkelanjutan dan terkoordinasi.