FEBRIAN, RAYHAN REDHA
Garak Jo Garik : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DOMINASI INSTRUMEN DJEMBE PADA MUSIK TRADISIONAL MINANGKABAU FEBRIAN, RAYHAN REDHA
Garak Jo Garik : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol 12, No 2 (2016): Garak Jo Garik
Publisher : Garak Jo Garik : Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.733 KB)

Abstract

Djembe merupakan instrumen perkusi yang berasal dari Kerajaan Mali, Afrika. Djembe menjadi satu di antara sekian banyak alat musik perkusi ritmik yang populer di masa kini. Satu yang unik dari djembe adalah pola ritme-nya yang konstan, tabuhannya yang tajam, melengking, dan enerjik. Instrumen ini menjadi yang paling populer dalam proses kekaryaan masa kini, baik itu karya tari, musik, dan teater. Akan tetapi popularitas djembe saat ini sudah mulai menutupi peranan instrumen tradisional Minangkabau, baik itu dalam penggarapan komposisi musik, musik tari, dan berbagai kesenian tradisional Minangkabau lainnya. Bahkan para pelaku seni lebih memilih untuk menggunakan djembe sebagai instrumen perkusi utama dalam setiap kegiatan bermusiknya. Djembe is a percussion instrument from the Kingdom of Mali, Africa. Djembe is one of the most popular rhythmic percussion instruments of today. The unique one of djembe is his constant rhythmic pattern, his sharp sound, shrill, and energetic.One of the foreign culture that enters Indonesia in music is djembe. This instrument became the most popular in art work process, like dance, music, and theater. However, the popularity of djembe has begun to cover the role of traditional instruments from Minangkabau culture, both in the cultivation of musical composition, dances music, and various other traditional Minangkabau art. Even the artists prefer to using djembe as the main percussion instrument in every musical activity.