Latar Belakang: Kelelahan mata adalah masalah besar bagi semua orang, terutama bermasalah bagi karyawan dan pemilik bisnis. Baik pekerja formal maupun informal sering mengalami masalah kelelahan mata. Bisnis di sektor informal termasuk di antara yang memiliki bahaya kesehatan yang sangat tinggi karena baik pemerintah maupun pemiliknya tidak memperhatikan kesehatan dan keselamatan karyawan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan data sampel ini adalah simple random sampling yaitu pengambilan sampel dari populasi yang homogen, dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu sebanyak 61 responden. Pengukuran menggunakan lux meter untuk mengukur intensitas pencahayaan dan kuesioner untuk mengetahui umur, lama kerja, masa kerja, dan keluhan kelelahan mata. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan antara intensitas pencahayaan dengan keluhan kelelahan mata, nilai p value 0,009 (p-value <0,05). Ada hubungan antara umur dengan keluhan kelelahan mata, nilai p-value 0,011 (p-value <0,05). Ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan kelelahan mata, nilai p-value 0,007 (p-value <0,05). Ada hubungan antara lama kerja dengan keluhan kelelahan mata, nilai p-value 0,014 (p-value <0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara intensitas pencahayaan, umur, masa kerja, dan lama kerja dengan keluhan kelelahan mata pada pekerja bagian menjahit (sewing) Garmen CV. Jodion Unggul Perkasa Kabupaten Sleman.